Sampah plastik menjadi salah satu limbah rumah tangga yang sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana saat berbelanja, menggunakan barang, hingga mengelola sampah dapat membantu mengurangi jumlah plastik yang terbuang.

Mengurangi sampah plastik tidak harus dilakukan secara langsung dalam skala besar. Mulai dari langkah kecil yang mudah diterapkan di rumah agar kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten. Mari simak artikel di bawah ini.

Perlu diketahui:

Mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari pilihan kecil yang dilakukan secara konsisten di rumah. Pemilahan dan pengelolaan yang tepat membantu mencegah sampah plastik mencemari lingkungan.

Cara praktis mengurangi sampah plastik di rumah

Mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Berikut beberapa cara praktis yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan sehari-hari.

1. Gunakan barang reusable

Ganti barang sekali pakai dengan produk yang dapat digunakan berulang kali untuk mengurangi sampah plastik. Siapkan barang reusable di tempat yang mudah dijangkau agar lebih mudah digunakan setiap hari. Adapun tipsnya sebagai berikut:

  • Tas belanja kain atau reusable bag: Gunakan saat berbelanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
     

  • Botol minum atau tumbler: Bawa botol stainless steel atau kaca untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
     

  • Wadah makan reusable: Gunakan wadah kaca atau stainless steel untuk bekal dan menyimpan makanan.
     

  • Sedotan reusable: Ganti sedotan plastik dengan sedotan stainless steel, bambu, atau kaca.
     

  • Alat makan reusable: Gunakan sendok dan garpu berbahan metal atau kayu saat membawa bekal atau membeli makanan.
     

2. Hindari produk sekali pakai dan kemasan berlebihan

Kebiasaan memilih produk dengan kemasan minimal dapat membantu mengurangi sampah plastik dari sumbernya. Perhatikan penggunaan plastik sehari-hari dan pilih alternatif yang dapat digunakan kembali. Adapun produk yang sebaiknya dihindari, antara lain:

  • Air kemasan botol kecil: Solusinya, ganti dengan air isi ulang, galon, atau filter air di rumah.
     

  • Alat makan plastik: Solusinya, bawa alat makan sendiri atau minta tanpa alat makan sekali pakai.
     

  • Sabun dan sampo sachet: Solusinya, pilih kemasan botol berukuran besar atau produk berbentuk batang.
     

  • Cling wrap: Solusinya, gunakan tutup wadah atau kain beeswax sebagai alternatif.
     

  • Kantong plastik buah dan sayur: Solusinya, gunakan tas jaring atau wadah belanja yang dapat dipakai kembali.
     

3. Belanja sekaligus dalam satu waktu

Cara mengurangi sampah plastik juga dapat dilakukan sejak memilih dan membeli produk. Belanja secara terencana membantu mengurangi kemasan serta penggunaan kantong plastik yang tidak diperlukan.

Beli produk tertentu dalam jumlah besar atau pilih kemasan isi ulang untuk mengurangi jumlah kemasan. Berbelanja di pasar juga memungkinkan Anda membawa wadah sendiri untuk sayur, tahu, ikan, atau kebutuhan lainnya.

Pilih produk dengan kemasan minimal, seperti sabun batang, atau kemasan kaca dan kertas jika tersedia. Buat daftar belanja dan siapkan tas reusable agar kebutuhan tetap terkontrol tanpa menambah sampah plastik.

4. Terapkan prinsip 5R

Prinsip 5R membantu membuat kebiasaan mengurangi sampah plastik menjadi lebih terarah. Fokus utamanya adalah mencegah sampah sejak awal sebelum masuk ke tahap pengolahan. Berikut ini adalah penjelasan singkat seputar prinsip 5R:

  • Refuse (menolak): Tolak plastik yang tidak diperlukan, seperti kantong atau sedotan gratis.
     

  • Reduce (mengurangi): Kurangi pembelian dan penggunaan barang yang menghasilkan banyak sampah.
     

  • Reuse (menggunakan kembali): Gunakan kembali barang yang masih layak, seperti botol atau wadah.
     

  • Recycle (mendaur ulang): Pilah dan serahkan sampah yang dapat didaur ulang kepada pihak pengelola.
     

  • Rethink (memikirkan ulang): Pertimbangkan kembali kebutuhan sebelum membeli barang yang berpotensi menjadi sampah.
     

5. Mengelola sampah plastik

Sampah plastik yang masih tersisa perlu dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. Pemilahan dari rumah membantu memudahkan proses pengumpulan dan pengolahan sampah. Adapun tips mengelola sampah sebagai berikut:

  • Sediakan wadah terpisah untuk sampah organik, plastik atau anorganik, dan jenis sampah lainnya.
     

  • Bersihkan sisa makanan atau cairan dari kemasan plastik.
     

  • Keringkan plastik sebelum disimpan.
     

  • Pisahkan jenis plastik jika memungkinkan, seperti botol PET dan kantong plastik.
     

  • Jangan mencampurkan sampah plastik dengan sampah organik.
     

  • Simpan sampah plastik di tempat yang kering sampai disetorkan.
     

6. Manfaatkan sistem pengelolaan sampah

Pengurangan sampah plastik dapat dilanjutkan dengan memanfaatkan sistem pengelolaan sampah yang tersedia di sekitar tempat tinggal. Cara ini membuat sampah yang sudah dihasilkan tetap memiliki peluang untuk dikelola dengan baik.

Cari bank sampah terdekat untuk menyetorkan sampah plastik yang sudah bersih dan terpilah. Anda juga dapat memanfaatkan layanan pengelolaan sampah di tingkat RT, RW, atau kota sesuai fasilitas yang tersedia.

Baca juga: Panduan mengenal, memilah, dan mengelola jenis jenis sampah di rumah

Jenis sampah plastik yang paling sering dihasilkan di rumah

Berbagai aktivitas rumah tangga dapat menghasilkan jenis sampah plastik yang berbeda. Mengenali jenisnya membantu Anda menentukan cara pemilahan dan pengelolaan yang tepat. Berikut ini adalah jenis sampah plastik yang umum ditemukan:

  • Kantong Plastik (LDPE/Plastik Fleksibel): Sering berasal dari belanjaan dan umumnya hanya digunakan sekali.
     

  • Botol Minuman (PET/PETE): Berasal dari botol air mineral, teh, dan minuman kemasan lainnya.
     

  • Kemasan Sachet dan Bungkus Makanan (PP/Multilapis): Digunakan untuk kopi instan, deterjen, bumbu, dan makanan ringan.
     

  • Botol Produk Pembersih (HDPE): Umumnya digunakan untuk kemasan sampo, sabun cair, dan deterjen.
     

Dampak sampah plastik terhadap lingkungan

Sampah plastik dapat menimbulkan masalah ketika tidak dikelola dengan baik. Dampaknya tidak hanya terlihat dari penumpukan sampah, tetapi juga dapat memengaruhi tanah, air, ekosistem, dan kesehatan manusia. Adapun dampaknya sebagai berikut:

  • Lingkungan dan polusi: Sampah plastik dapat mencemari tanah dan air serta menyumbat saluran. Plastik yang tidak terkelola juga berisiko masuk ke sungai hingga laut.
     

  • Ekosistem: Plastik yang masuk ke lingkungan dapat tertelan oleh hewan dan menyebabkan cedera atau kematian. Mikroplastik juga dapat masuk ke rantai makanan dan mengganggu ekosistem perairan.
     

  • Kesehatan manusia: Mikroplastik telah ditemukan di berbagai lingkungan dan bahan konsumsi manusia. Dampak paparan jangka panjang masih terus diteliti, sementara pembakaran plastik dapat menghasilkan asap dan zat berbahaya.
     

Loading offers...

Rekomendasi tempat sampah untuk sampah plastik di IKEA

IKEA menghadirkan berbagai pilihan tempat sampah yang dapat digunakan untuk membantu menjaga rumah tetap rapi dan mendukung pengelolaan sampah. Berikut beberapa rekomendasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan volume sampah.

1. SHINPO

Tempat sampah SHINPO memiliki kapasitas 70 liter sehingga cocok untuk menampung sampah dalam jumlah cukup banyak. Desain pedal memungkinkan tempat sampah digunakan tanpa menyentuh tutup secara langsung.

Tutup yang rapat membantu menahan bau dari dalam tempat sampah. Permukaannya juga mudah dibersihkan sehingga praktis digunakan di area indoor maupun outdoor.

2. TURRIDNING

 

TURRIDNING merupakan salah satu merek tempat sampah pedal yang cocok digunakan di kamar mandi atau ruang kerja. Ember bagian dalam dapat dilepas sehingga proses mengosongkan dan membersihkannya menjadi lebih mudah.

Pegangan di bagian belakang membuat tempat sampah mudah dipindahkan. Bagian kaki antiselip membantu menjaga posisinya tetap kokoh saat digunakan.

3. FNISS

 

Tempat sampah FNISS memiliki desain sederhana dengan garis yang bersih sehingga mudah ditempatkan di berbagai area rumah. Material plastiknya tahan lama dan mudah dibersihkan.

Pilihan warna yang tersedia membuat FNISS dapat disesuaikan dengan dekorasi ruangan. Tempat sampah ini cocok untuk kebutuhan pembuangan sampah sehari-hari dengan ukuran yang praktis.

4. KNODD

Tempat sampah KNODD memiliki kapasitas besar sehingga dapat digunakan untuk menampung berbagai jenis limbah atau menyimpan barang rumah tangga. Pegangan yang kokoh membuat tempat sampah lebih mudah dipindahkan sesuai kebutuhan.

Tutupnya dapat dikaitkan pada bagian tepi keranjang saat tempat sampah sedang digunakan. Desainnya juga memungkinkan KNODD ditempatkan di berbagai area, termasuk area yang lembap seperti kamar mandi atau bawah balkon beratap.

5. KNÖCKLA

 

Tempat sampah KNÖCKLA memiliki desain pedal yang praktis dan bagian belakang yang mudah digenggam saat dipindahkan. Dua wadah di dalamnya dapat dilepas sehingga memudahkan proses membawa dan mengosongkan sampah.

Ukuran wadah bagian dalam cocok untuk sampah yang sering dibuang, seperti kaleng dan kemasan kecil. Sudut yang membulat membuat bagian dalam lebih mudah dibersihkan setelah digunakan.

Baca juga: Sampah organik dan anorganik: pengertian, jenis, dan cara mengelolanya dengan benar

Cara mengurangi sampah plastik, mulai dari kebiasaan sederhana

Mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari penggunaan barang reusable, menghindari produk sekali pakai, belanja secara terencana, hingga menerapkan prinsip 5R. Sampah yang tetap dihasilkan perlu dipilah dan dikelola melalui sistem yang tersedia agar tidak berakhir mencemari lingkungan.

Untuk mendukung pengelolaan sampah di rumah, IKEA menyediakan berbagai pilihan tempat sampah dengan ukuran dan desain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Temukan pilihan tempat sampah dan perlengkapan rumah lainnya melalui situs resmi IKEA.co.id.

FAQ

Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai merupakan salah satu langkah yang paling mudah diterapkan. Membawa tas belanja, botol minum, dan wadah makanan reusable dapat membantu mengurangi sampah dari aktivitas sehari-hari.

Sebaiknya sampah plastik tidak dibakar secara sembarangan. Pembakaran plastik dapat menghasilkan asap dan zat berbahaya yang berisiko mencemari udara serta mengganggu kesehatan.

Waktu penguraian plastik berbeda-beda tergantung jenis dan kondisi lingkungannya. Sebagian jenis plastik dapat membutuhkan waktu sangat lama sehingga penggunaannya perlu dikurangi sejak awal.

Tidak semua jenis plastik memiliki proses daur ulang yang sama. Kemampuan daur ulang bergantung pada jenis material, kondisi kemasan, serta fasilitas pengolahan yang tersedia.

Plastik dibuat dari material yang memiliki struktur kuat dan tidak mudah diuraikan oleh mikroorganisme alami. Sifat tersebut membuat plastik dapat bertahan dalam lingkungan dalam waktu yang sangat lama.