Pernahkah kamu merasa tempat sampah di rumah cepat penuh, bau tidak sedap muncul, atau lingkungan jadi terlihat kotor karena sampah bercampur jadi satu? Tanpa disadari setiap aktivitas sehari-hari menghasilkan berbagai jenis sampah yang berbeda-beda.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum memilah sampah sesuai jenisnya. Akibatnya, proses pengelolaan sampah jadi kurang efektif dan jumlah sampah yang menumpuk di TPA terus meningkat. 

Padahal, dengan memahami jenis-jenis sampah dan cara memilahnya, kamu bisa membantu mengurangi volume sampah, mendukung proses daur ulang, sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Untuk memahaminya lebih lanjut, simak pembahasan berikut.

Jenis jenis sampah secara umum

Secara umum, klasifikasi sampah disusun berdasarkan sifatnya maupun berdasarkan sumbernya. Dalam praktiknya, sampah dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok agar lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan kembali. 

Melalui klasifikasi jenis ini, proses mengelola sampah menjadi lebih mudah dilakukan. Setiap sampah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan cara penanganan dan tempat sampah yang tidak sama. Berikut jenis-jenis sampah umum yang harus Anda ketahui.

Perlu diketahui: Memahami jenis-jenis sampah dapat membantu Anda memilah dan mengelola sampah dengan lebih tepat, sekaligus mendukung daur ulang dan menjaga kebersihan lingkungan. 

Baca Juga: Jenis-jenis peralatan rumah tangga yang wajib dimiliki

Sampah organik

Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai secara alami, mudah membusuk, dan umumnya dapat terurai sehingga tidak bertahan lama dibandingkan sampah anorganik.

Karena mudah terurai, sampah organik di rumah dapat dimanfaatkan kembali dan bahkan diolah menjadi biogas, pupuk kompos, atau pakan ternak. Contoh sampah organik antara lain:

  • Sisa makanan

  • Buah dan sayur

  • Daun kering

  • Ranting pohon

  • Ampas kopi dan teh

  • Sisa tanaman

Sebagian besar contoh sampah tersebut mudah ditemukan sehari-hari. Jika dipisahkan dengan baik, prosesnya juga relatif sederhana karena sampah dapat diolah menjadi kompos, digunakan sebagai pakan ternak seperti ayam, hingga membantu menghasilkan pupuk alami.

Sampah anorganik

Secara umum, sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari bahan non-alami, hasil industri, atau material buatan manusia sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai secara alami dibandingkan sampah organik.

Meski begitu, sampah jenis ini justru berpotensi dimanfaatkan kembali karena sebagian besar dapat masuk ke proses daur ulang. Bahkan banyak contoh sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dikumpulkan ke bank sampah.

Contoh sampah anorganik:

  • Botol plastik

  • Botol kaca

  • Kemasan plastik

  • Kaleng

  • Kardus

  • Logam

  • Styrofoam

  • Kertas

Karena dapat didaur ulang, sampah untuk didaur ulang ini sebaiknya dipisahkan sejak awal. Langkah tersebut dapat membantu pemanfaatan sampah, mendukung daur ulang, serta membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Sampah residu dan b3

Selain sampah organik dan anorganik, terdapat kategori lain yaitu residu dan B3. Kelompok ini membutuhkan perhatian khusus karena tidak semua material dapat diproses kembali.

Sampah B3 merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Contohnya seperti oli, baterai, cat, maupun limbah elektronik.

Contoh residu dan B3:

  • Popok sekali pakai

  • Tisu bekas

  • Masker sekali pakai

  • Puntung rokok

  • Baterai

  • Oli bekas

  • Lampu rusak

  • Limbah elektronik

Jenis sampah ini sebaiknya dipisahkan sejak awal agar tidak mencemari lingkungan. Jika tercampur dan dibuang ke lingkungan, limbah tersebut dapat memengaruhi kualitas tanah, air, hingga makhluk hidup di sekitarnya.

Loading offers...

Loading offers...

Rekomendasi tempat sampah untuk membantu pemilahan sampah

Setelah memahami jenis jenis sampah, langkah berikutnya adalah menyiapkan wadah untuk memilah sampah. Penggunaantempat sampah terpisah akan mempermudah proses pengelolaan sampah sekaligus membantu menghemat ruang penyimpanan.

Untuk mendukung pemilahan sampah, IKEA menghadirkan beragam pilihan tempat sampah dengan ukuran, model, dan fungsi yang dapat disesuaikan dengan area penggunaan di rumah. 

Untuk menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan, Anda bisa cek koleksi tempat sampah IKEA dengan berbagai ukuran dan desain menarik. Berikut beberapa rekomendasi produk yang dapat membantu kelola sampah di rumah.

1. KNÖCKLA 

KNÖCKLA hadir dengan kapasitas 25 liter yang cocok digunakan untuk kebutuhan sampah rumah tangga sehari-hari, terutama di area dapur. 

Produk ini dirancang dengan dua wadah bagian dalam sehingga memudahkan proses pemisahan sampah organik dan anorganik dalam satu tempat tanpa perlu menambah banyak wadah. 

Kapasitasnya yang cukup besar membuat KNÖCKLA cocok digunakan untuk menampung sampah harian keluarga sekaligus membantu menjaga area dapur tetap rapi dan terorganisir. Keunggulan KNÖCKLA antara lain:

  • Memiliki 2 wadah untuk pemisahan sampah

  • Dilengkapi pedal agar lebih higienis

  • Mudah dipindahkan

  • Mudah dibersihkan

  • Material tahan lama

  • Cocok untuk pengelolaan sampah dapur

Dengan desain multifungsi dan kapasitas yang cukup besar, KNÖCKLA cocok digunakan untuk membantu proses memisahkan sampah agar aktivitas pengelolaan sampah di rumah menjadi lebih praktis setiap hari.

2. HÅLLBAR 

HÅLLBAR memiliki kapasitas 10 liter yang cocok digunakan untuk menampung sampah berukuran kecil seperti kemasan plastik, kertas, produk kebersihan, maupun limbah ringan lainnya. 

Ukurannya yang ringkas membuat produk ini ideal ditempatkan pada area dengan ruang terbatas. 

Selain kapasitasnya yang praktis, desain HÅLLBAR juga dapat ditumpuk sehingga membantu menghemat ruang sekaligus mempermudah proses pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Keunggulan HÅLLBAR yang bisa Anda dapatkan, antara lain:

  • Bisa ditumpuk untuk menghemat ruang

  • Dilengkapi tutup yang dapat dilepas

  • Mudah dibersihkan

  • Memiliki gagang lipat

  • Menggunakan material daur ulang

  • Cocok untuk berbagai jenis sampah

Dengan ukuran yang compact dan desain fleksibel, HÅLLBAR cocok digunakan untuk membantu pengelolaan sampah rumah tangga agar tetap rapi meski pada area terbatas.

3. KNODD 

KNODD hadir dengan kapasitas besar yaitu 40 liter sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dengan volume sampah yang lebih banyak. 

Kapasitas ini membuatnya ideal ditempatkan pada area servis, dapur besar, maupun area semi outdoor. Selain digunakan untuk tempat sampah, KNODD juga multifungsi karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan barang rumah tangga lainnya.

Keunggulan KNODD:

  • Kapasitas besar 40 liter

  • Memiliki pegangan kokoh

  • Tutup dapat dikaitkan di sisi tempat sampah

  • Cocok digunakan di area lembap

  • Material baja tahan lama

  • Desain minimalis modern

Dengan kapasitas yang besar, KNODD membantu mencegah sampah menumpuk terlalu cepat sekaligus mendukung pengelolaan limbah rumah tangga agar lebih tertata.

4. STENTRAPPA 

STENTRAPPA memiliki kapasitas 18 liter yang pas digunakan untuk berbagai area rumah seperti dapur, kamar mandi, maupun ruang kerja. Ukuran ini cukup untuk menampung sampah harian tanpa memakan terlalu banyak ruang. 

Selain kapasitasnya yang ideal, STENTRAPPA juga dilengkapi sistem soft-closing sehingga tutup dapat menutup perlahan dan memberikan kenyamanan saat digunakan. Keunggulan STENTRAPPA antara lain:

  • Tutup soft-closing

  • Ember bagian dalam dapat dilepas

  • Mudah dipindahkan

  • Kaki anti-slip

  • Cocok untuk area lembap

  • Tampilan modern dan elegan

Dengan desain minimalis dan kapasitas yang fungsional, STENTRAPPA cocok digunakan untuk membantu menjaga kebersihan area rumah sehari-hari.

5. GÅNGSKYFFEL 

GÅNGSKYFFEL juga hadir dengan kapasitas 18 liter yang cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Kapasitas ini cukup fleksibel untuk ditempatkan di dapur, kamar mandi, hingga area servis rumah. 

Selain tampil dekoratif, produk ini juga dirancang agar membantu aktivitas memilah sampah menjadi lebih nyaman melalui fitur yang memudahkan penggunaan sehari-hari. Keunggulan GÅNGSKYFFEL antara lain:

  • Tutup soft-closing

  • Mudah dipindahkan

  • Ember bagian dalam dapat dilepas

  • Kaki anti-slip

  • Cocok untuk dapur dan kamar mandi

  • Material tahan lama

Dengan desain modern dan kapasitas yang pas untuk penggunaan harian, GÅNGSKYFFEL membantu menjaga area rumah tetap rapi sekaligus mendukung kebiasaan pemilahan sampah.

Baca Juga: Rumah bersih sampai ke sudutnya

Wujudkan rumah lebih bersih dengan pengelolaan sampah yang tepat

Memahami jenis jenis sampah membantu Anda mengenali bagaimana sampah berdasarkan karakteristiknya dapat dikelola dengan cara berbeda. 

Secara umum, sampah dapat dibagi berdasarkan sumbernya dan berdasarkan sifatnya, mulai dari sampah yang berasal dari rumah tangga hingga limbah tertentu.

Selain memilih tempat sampah yang sesuai, Anda juga bisa melengkapi kebutuhan peralatan kebersihan rumah lainnya dengan berkunjung atau berbelanja di IKEA.co.id

Temukan berbagai produk penyimpanan dan perlengkapan rumah tangga untuk membantu menjaga rumah tetap bersih dan nyaman setiap hari.

Pertanyaan seputar jenis jenis sampah

Jenis jenis sampah yang umum ditemukan terdiri dari sampah organik, sampah anorganik, residu, dan sampah B3 yang memerlukan penanganan khusus.

Sampah organik berasal dari bahan alami dan mudah terurai, sedangkan sampah anorganik berasal dari bahan non-alami serta membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.

Contoh sampah organik di rumah antara lain sisa makanan, buah dan sayur, daun kering, ranting, serta ampas kopi.

Memilah sampah membantu proses pengelolaan sampah, mendukung daur ulang, mengurangi volume sampah di TPA, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kaleng sebaiknya dipisahkan lalu disetor ke bank sampah atau tempat daur ulang.