Musim kembali masuknya anak ke sekolah menjadi momen transisi bagi seluruh keluarga, termasuk menata ulang kamar anak yang sering dipenuhi buku, mainan, dan perlengkapan sekolah. Tanpa penataan yang tepat, ruang bisa terasa sempit dan mengganggu fokus belajar.
Melalui decluttering, Anda dapat menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman. Menariknya, perubahan kecil ini bisa berdampak besar pada rutinitas harian. Yuk, simak tips berikut hingga selesai untuk memulai langkah sederhana ini.
1. Mulai dari langkah kecil yang konsisten
Decluttering kamar anak tidak harus dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Justru, memulai dari langkah kecil akan terasa lebih ringan dan mudah dijalani oleh Anda dan anak. Berikut cara memulainya:
Pilih waktu yang tepat untuk decluttering
Menentukan waktu yang tepat dapat membantu proses decluttering berjalan lebih lancar. Anda bisa memanfaatkan akhir pekan atau momen menjelang tahun ajaran baru ketika suasana lebih santai.
Libatkan anak dalam proses ini agar mereka merasa memiliki peran dalam menata ruang mereka sendiri. Dengan begitu, anak akan lebih memahami pentingnya menjaga kerapian dan lebih termotivasi untuk mempertahankannya.
Gunakan metode sortir sederhana
Agar proses lebih mudah, gunakan metode sortir sederhana dengan membagi barang ke dalam tiga kategori, yaitu simpan, donasikan, dan buang. Cara ini membantu anak belajar mengambil keputusan terhadap barang yang mereka miliki.
Anda juga dapat mengajarkan nilai berbagi melalui barang yang masih layak pakai. Dengan sistem yang jelas, kamar anak akan lebih terorganisir dan siap mendukung aktivitas belajar sehari-hari.
2. Ciptakan sistem penyimpanan yang mudah diakses anak
Setelah proses decluttering, langkah berikutnya adalah menciptakan sistem penyimpanan yang benar-benar ramah untuk anak dengan melakukan hal berikut:
Manfaatkan penyimpanan vertikal
Untuk memaksimalkan ruang, Anda bisa memanfaatkan area dinding sebagai solusi penyimpanan vertikal. Rak dinding BURHULT dapat digunakan untuk menyimpan buku, alat tulis, hingga perlengkapan sekolah yang sering digunakan.
Selain membantu mengorganisir barang, cara ini juga menghemat ruang lantai sehingga kamar terasa lebih lega dan nyaman. Penataan vertikal juga memudahkan Anda mengelompokkan barang berdasarkan fungsi, sehingga anak lebih mudah menemukan apa yang mereka butuhkan.
Gunakan kotak penyimpanan multifungsi
Kotak penyimpanan multifungsi GNABBAS menjadi solusi praktis untuk menyimpan berbagai jenis barang, mulai dari mainan, alat gambar, hingga perlengkapan sekolah. Dengan satu wadah untuk setiap kategori, anak dapat belajar mengenali “rumah” bagi setiap barangnya.
Penggunaan kotak penyimpanan juga membuat proses merapikan menjadi lebih cepat setelah selesai belajar atau bermain. Anda bisa memilih kotak dengan desain sederhana yang tetap selaras dengan tampilan kamar, sehingga ruang tetap terasa rapi dan menyenangkan.
3. Pisahkan area belajar dan area bermain
Pemisahan ini membantu mengurangi distraksi serta menciptakan lingkungan yang mendukung konsentrasi, sehingga anak dapat menjalani aktivitas dengan lebih terstruktur. Berikut caranya:
Atur meja belajar yang fungsional
Meja belajar menjadi pusat aktivitas saat anak mengerjakan tugas atau membaca. Pilih meja yang fungsional seperti MICKE atau LAGKAPTEN/ALEX yang dirancang untuk mendukung kebutuhan belajar sehari-hari.
Pastikan meja memiliki ruang yang cukup untuk menyimpan buku, alat tulis, dan perlengkapan lainnya agar semuanya mudah dijangkau. Dengan meja yang tertata rapi, anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan fokus.
Baca juga: Tips memilih meja belajar anak yang nyaman untuk mendukung semangat belajar di rumah
Pilih kursi yang nyaman untuk belajar