Pernah melihat bantal berubah menjadi benteng atau ruang keluarga mendadak menjadi restoran karena ide si kecil? Bagi anak, benda sederhana dapat membuka pintu menuju cerita yang tidak terduga.
Dengan ruang dan aktivitas yang mendukung, Anda dapat membantu imajinasi tersebut terus berkembang. Yuk, cari tahu caranya melalui kegiatan sehari-hari yang menyenangkan.
Imajinasi dapat berkembang melalui kesempatan bermain bebas, bermain peran, bergerak, serta menciptakan cerita tanpa harus selalu mengikuti satu cara bermain.
Mengapa daya imajinasi penting bagi anak?
Imajinasi membantu anak mengeksplorasi gagasan yang belum pernah mereka alami secara langsung. Saat berpura-pura menjadi koki, membuat rumah dari balok, atau memberikan suara kepada sebuah boneka, anak belajar mengembangkan cerita sekaligus menyesuaikan tindakan dengan situasi yang mereka ciptakan.
Aktivitas bermain peran juga dapat berkaitan dengan perkembangan kemampuan sosial. Misalnya, permainan DUKTIG mendorong anak meniru aktivitas orang dewasa dan membuat perannya sendiri, yang dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial.
Karena itu, meningkatkan imajinasi tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan belajar yang terstruktur. Rumah dapat menjadi ruang eksplorasi melalui permainan sederhana yang memberi anak kesempatan untuk memilih, mencoba, serta mengembangkan idenya sendiri.
Baca juga: Ide tempat menyimpan mainan anak
Cara meningkatkan daya imajinasi anak dalam keseharian
1. Berikan waktu untuk bermain bebas
Tidak semua permainan membutuhkan petunjuk langkah demi langkah. Anda dapat menyediakan beberapa mainan atau benda sederhana, kemudian membiarkan anak menentukan apa yang ingin dibuat dan bagaimana ceritanya berkembang.
Kardus, kain, balok, atau boneka dapat berubah fungsi sesuai gagasan anak. Saat tidak ada satu hasil akhir yang harus dicapai, anak memiliki kesempatan lebih luas untuk mencoba kemungkinan baru.
2. Ajak anak menciptakan permainan peran
Aktivitas seperti bermain restoran, toko, sekolah, atau memasak dapat membuat pengalaman sehari-hari menjadi sebuah cerita baru.
Anda bisa ikut bermain tanpa menentukan seluruh alurnya. Alih-alih mengatakan apa yang harus dilakukan, coba tanyakan, “Hari ini restorannya menjual apa?” atau “Siapa yang akan datang berkunjung?”
Pertanyaan terbuka memberi anak kesempatan menjadi pencipta cerita, sedangkan Anda cukup menjadi salah satu karakter di dalamnya.
3. Gunakan benda dengan lebih dari satu fungsi bermain
Satu benda tidak harus digunakan dengan cara yang sama setiap hari. Kursi kecil dapat menjadi kendaraan dalam sebuah permainan, kain bisa menjadi jubah atau atap tenda, sementara mainan berbentuk makanan dapat menjadi bagian dari restoran buatan anak.
Konsep ini sering disebut open-ended play, yaitu permainan yang membuka lebih dari satu kemungkinan penggunaan atau cerita. Dengan pendekatan ini, anak dapat terus menemukan cara baru menggunakan objek yang sama.
4. Jadikan menggambar sebagai awal sebuah cerita
Setelah anak menggambar, jangan berhenti pada pertanyaan tentang apa yang ada di kertas. Anda dapat melanjutkannya dengan menanyakan nama tokoh, tempat tinggalnya, atau apa yang terjadi selanjutnya.
Dari satu gambar, anak bisa menciptakan tokoh dan alur cerita sendiri. Alat gambar pun dapat menjadi jembatan antara ide yang ada dalam pikiran dengan cerita yang dapat dibagikan kepada Anda.
Untuk menghadirkan sudut kreatif di rumah, Anda juga dapat melihat mainan dan kreativitas anak IKEA dan menyesuaikannya dengan aktivitas yang disukai anak.
5. Lanjutkan cerita setelah membaca buku
Membaca bersama dapat menjadi titik awal permainan imajinatif. Setelah sebuah cerita selesai, coba tanyakan apa yang akan terjadi jika karakter memilih jalan berbeda atau berkunjung ke tempat baru.
Anda juga bisa meminta anak membuat akhir cerita versinya sendiri. Cara ini membuat kegiatan membaca berkembang menjadi aktivitas storytelling yang lebih interaktif tanpa membutuhkan banyak perlengkapan tambahan.
Rekomendasi mainan IKEA untuk merangsang permainan imajinatif
Untuk mendukung daya imajinasi dan bermain anak, IKEA menyediakan permainan fisik dan imajinasi menyediakan berbagai pilihan yang dapat digunakan untuk aktivitas bergerak, bermain peran, dan menciptakan cerita.
Berikut beberapa produk yang dapat Anda pertimbangkan untuk mendukung metode belajar melalui bermain atau play-based learning.
1. DUKTIG Pizza set
DUKTIG piza set isi 24 memberi anak kesempatan membuat kombinasi topping sekaligus berpura-pura membuka restoran. Permainan ini mendorong bermain peran, membantu keterampilan sosial, serta melatih kemampuan motorik dan koordinasi tangan-mata.
Anda dapat memadukannya dengan DUKTIG boneka sayuran agar anak menciptakan menu, berperan sebagai koki, atau melayani pelanggan. Permainan sederhana seperti ini membuat pengalaman yang mereka lihat sehari-hari berubah menjadi cerita versi mereka sendiri.
2. DUKTIG mainan perkakas dapur
DUKTIG mainan perkakas dapur mainan set isi 5 terdiri dari spatula, sendok pasta, penjepit, sendok sayur, dan pengocok. Produk ini direkomendasikan untuk anak mulai usia tiga tahun dan memang ditujukan sebagai mainan, bukan alat memasak.
Bentuk yang menyerupai peralatan sehari-hari dapat mendukung pretend play. Anak dapat berpura-pura menyiapkan sarapan, membuka kedai, atau memasak hidangan khayalan sambil menciptakan berbagai peran.
3. GREJSIMOJS rocking-bird untuk bermain dan bergerak
GREJSIMOJS rocking-bird menggabungkan aktivitas fisik dan permainan imajinatif. Aktivitas bergoyang membantu melatih keseimbangan, motorik, serta persepsi tubuh. Produk ini direkomendasikan mulai usia 18 bulan.
Menariknya, bentuknya tidak harus selalu menjadi burung. Dalam permainan anak, GREJSIMOJS dapat berubah menjadi naga, roket, atau kendaraan menuju tempat yang mereka bayangkan.
4. NATTHÄGER untuk menghidupkan karakter cerita
NATTHÄGER set boneka tangan 3 unit menghadirkan karakter buaya, zebra, dan harimau untuk permainan cerita.
Anak dapat memberikan nama, suara, serta sifat berbeda kepada setiap karakter. Menciptakan peran baru dan memainkan beragam skenario dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial.
Gunakan boneka tangan untuk membuat teater kecil, melanjutkan cerita sebelum tidur, atau mengajak anak membuat petualangan hutan versinya sendiri.
5. BLÅHAJ boneka imajinasi
BLÅHAJ boneka bayi hiu berukuran 55 cm dan direkomendasikan untuk anak mulai usia 12 bulan. Boneka ini dapat dipeluk maupun diajak bermain dan telah diuji untuk penggunaan anak.
Dalam permainan imajinatif, BLÅHAJ dapat menjadi teman menjelajahi laut, penumpang kapal buatan dari kardus, atau karakter dalam cerita sebelum tidur. Biarkan anak menentukan sendiri petualangan apa yang akan mereka jalani bersama.
Ciptakan ruang yang mendukung ide anak
Anak tidak selalu membutuhkan ruangan bermain tersendiri. Sudut kamar atau bagian ruang keluarga dapat berubah fungsi mengikuti aktivitas hari itu.
Gunakan tempat penyimpanan yang mudah dijangkau agar anak dapat memilih mainannya sendiri dan mengembalikannya setelah selesai. Sisakan pula area kosong yang memungkinkan mereka menggambar, membangun, bergerak, atau bermain peran tanpa terlalu banyak batasan.
Baca juga: Inspirasi ruang bermain anak
Biarkan anak menentukan arah permainannya
Tidak ada satu cara khusus untuk meningkatkan daya imajinasi anak. Yang dapat Anda lakukan adalah memberikan waktu, ruang, dan benda yang memberi kesempatan kepada mereka untuk menciptakan ide sendiri.
Saat bermain bersama, hindari terlalu cepat menentukan cara bermain yang “benar”. Cobalah mengikuti cerita anak, ajukan pertanyaan terbuka, lalu lihat ke mana imajinasinya membawa permainan hari itu.
Temukan lebih banyak pilihan permainan fisik dan imajinasi anak IKEA untuk menghadirkan aktivitas bermain yang lebih variatif di rumah. Jelajahi inspirasi dan kebutuhan anak lainnya melalui IKEA.co.id.
FAQ seputar cara meningkatkan daya imajinasi anak
Anda dapat memberikan waktu bermain bebas, mengajak anak bermain peran, menggambar, bercerita, serta menggunakan benda yang dapat dimainkan dengan berbagai cara. Hindari terlalu banyak menentukan aturan agar anak memiliki ruang untuk menciptakan ide dan ceritanya sendiri.
Permainan peran, boneka, aktivitas storytelling, menggambar, dan permainan fisik yang memungkinkan anak menciptakan skenario sendiri dapat menjadi pilihan. Anda dapat melihat koleksi permainan fisik dan imajinasi IKEA untuk menemukan pilihan sesuai usia dan minat anak.
Ya, Anda dapat ikut bermain dengan mengikuti cerita yang dibuat anak tanpa mengambil alih arah permainannya.
Tidak selalu. Benda sederhana di rumah juga dapat menjadi bahan permainan kreatif.