Di banyak rumah, setelah anak selesai bermain, mainan sering berserakan di mana-mana mulai dari balok, boneka, hingga buku gambar.
Aktivitas merapikan kerap dianggap merepotkan, padahal bisa menjadi momen belajar yang berharga. Merapikan adalah bagian dari proses bermain yang utuh, sama pentingnya dengan berkreasi dan bereksplorasi.
Dengan tempat penyimpanan mainan yang tepat, anak dapat dilatih tanggung jawab sambil tetap menikmati permainan.
Prinsip bermain dan berbagi membantu keluarga menciptakan ruang yang rapi, aman, dan memicu kreativitas. Yuk, terapkan cara ini di rumah dan jadikan momen beres-beres bagian dari pembelajaran yang menyenangkan!
Melibatkan anak usia dini dalam merapikan mainan adalah langkah penting untuk membentuk karakter dan kemandirian mereka.
Dengan tugas-tugas sederhana sesuai usia, seperti memasukkan balok ke kotak atau menata buku di rak rendah, anak belajar memahami kepemilikannya sekaligus belajar bertanggung jawab dengan merapikan mainan sendiri.
Proses ini juga menumbuhkan rasa percaya diri karena anak merasa mampu menyelesaikan tugas sendiri dan bangga dengan hasilnya.
Hasilnya, merapikan mainan bukan lagi tugas yang membosankan, melainkan momen belajar yang menyenangkan bagi si kecil.
Baca Juga: Temukan lemari boneka yang cocok untuk ruang anak - IKEA Indonesia
Sering kali, merapikan dianggap sebagai tugas orang tua atau aktivitas yang membebani anak setelah bermain.
Padahal, jika dipandang sebagai bagian alami dari siklus bermain, anak akan belajar bahwa bermain tidak hanya dimulai, tetapi juga berakhir dengan tertib.
Dengan begitu, beres‑beres bukan lagi beban. Anak akan melihatnya sebagai bagian dari permainan yang lengkap, di mana ia ikut “menyelesaikan” permainannya sendiri, bukan sekadar pekerjaan orang dewasa.
Sebelum memilih tempat menyimpan mainan anak, mari lihat dulu apa saja yang membuat sistem penyimpanan terasa mudah dan menyenangkan bagi anak.
Desain furnitur yang berorientasi anak (child‑centric design) berarti rak atau lemari yang tingginya disesuaikan dengan tinggi badan anak. Dengan demikian, anak bisa mengambil dan mengembalikan mainan sendiri tanpa bantuan.
Pengalaman “saya bisa” ini memberi mereka rasa kontrol dan motivasi untuk membereskan, jadi bukan tugas yang dipaksakan tapi sesuatu yang mereka lakukan karena mampu.
Baca Juga: Fungsi boneka untuk anak dan ruang belajarnya - IKEA Indonesia
Memilih kotak penyimpanan dari material ringan, seperti plastik atau tekstil dengan pegangan, akan sangat membantu anak saat merapikan mainannya.
Boks penyimpanan yang mudah ditarik atau diangkat oleh tangan kecil membuat anak lebih leluasa berinteraksi dengan tempatnya.
Hindari lemari dengan pintu berat atau mekanisme rumit, karena bisa membuat anak cepat frustasi.
Dengan tempat penyimpanan yang ramah anak, kegiatan merapikan jadi lebih menyenangkan dan bisa menjadi bagian alami dari rutinitas harian mereka.
Permukaan kotak atau laci yang diberi label visual seperti stiker gambar mobil, balok, atau boneka, jauh lebih efektif untuk anak yang belum bisa membaca.
Maka dari itu, proses merapikan menjadi seperti permainan mencocokkan atau matching game. Anak bisa langsung tahu “rumah” untuk setiap mainannya.
Sistem ini membantu memperkuat pemahaman kategori, sekaligus mendukung kemahiran motorik halus dan pengenalan visual anak.
IKEA Indonesia menghadirkan solusi praktis yang memudahkan Anda menata zona bermain, sekaligus mendorong anak belajar merapikan mainannya sendiri sehingga mereka bisa bermain dengan lebih mandiri.
Sistem lemari mainan anak yang modular menawarkan penyimpanan fleksibel dan dapat diandalkan. Anda bisa mengatur boks beraneka ukuran dan warna sesuai tinggi anak atau menumpuknya sesuai kebutuhan.
Saat balita, kotak diletakkan di rel bawah agar mudah dijangkau, dan seiring bertambah usia, Anda bisa menambah unit, mengganti boks, atau memasang rak buku. Dengan begitu, sistem penyimpanan dapat terus digunakan dan disesuaikan seiring pertumbuhan anak.
Tidak semua mainan harus disimpan dalam boks tertutup. Menggunakan rak terbuka atau unit kotak bisa menjadi cara cerdas agar anak belajar menjaga kerapian sambil memamerkan mainan favoritnya.
Rak terbuka berfungsi ganda sebagai display, sehingga anak merasa bangga dengan area bermainnya dan termotivasi untuk merapikannya.
Dengan begitu, anak belajar merapikan mainan di satu area khusus yang sudah ditentukan, tanpa terasa seperti tugas yang membosankan.
Untuk memastikan bahwa sistem penyimpanan digunakan dan menyenangkan, berikut beberapa tips untuk Anda agar rutinitas merapikan tidak terasa membebani anak dan orang tua.
Salah satu penyebab mainan berserakan adalah anak mengeluarkan terlalu banyak mainan sekaligus. Ajarkan mereka merapikan satu set mainan, misalnya balok, sebelum membuka set lain, seperti puzzle.
Aturan ini disampaikan dengan cara positif dan konsisten. Selain mencegah kekacauan, cara ini melatih fokus, disiplin diri, dan membuat anak lebih menghargai mainannya.
Merapikan bisa dijadikan permainan seru. Gunakan musik atau timer, misalnya, “Ayo bereskan sebelum lagunya selesai!” atau buat tantangan ringan, seperti siapa yang paling cepat memasukkan lima mobil ke kotak.
Cara ini mengubah kegiatan merapikan menjadi menyenangkan, sehingga anak belajar beres-beres tanpa merasa dipaksa.
Memilih tempat menyimpan mainan anak yang tepat bukan sekadar soal kerapian, tapi juga cara mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab sejak dini.
Dengan sistem penyimpanan yang mudah dijangkau, anak bisa menaruh kembali boneka atau soft toys mereka sendiri, menjadikan proses merapikan bagian dari rutinitas yang menyenangkan, bukan tugas membosankan.
Area bermain yang tertata dengan baik juga meningkatkan rasa bangga anak terhadap mainannya dan membantu mereka memahami konsep memilah serta menyimpan dengan benar.
Temukan inspirasi tempat penyimpanan mainan anak dari IKEA yang membantu menjaga kerapian dan mendukung kemandirian si kecil.
Masukkan kode verifikasi yang dikirim ke WhatsApp Anda
Tidak menerima OTP?
Mengirim ulang OTP dalam seconds