Warna earth tone banyak digunakan dalam interior karena menghadirkan nuansa yang dekat dengan alam melalui warna tanah, kayu, batu, pasir, dan tumbuhan.
Paletnya pun jauh lebih beragam daripada sekadar cokelat, mulai dari beige, tan, taupe, terracotta, olive, sage hingga abu-abu batu.
Dengan memahami karakter setiap warna dan cara mengombinasikannya, Anda dapat membuat interior terasa hangat dan natural tanpa membuat ruangan terlihat monoton. Berikut selengkapnya
Earth tone bukan satu warna tertentu, melainkan perpaduan warna dari berbagai elemen alam. Karena spektrumnya cukup luas, Anda dapat memilih berbagai macam nuansa sesuai dengan suasana yang ingin dibentuk.
Apa itu earth tone dan warna apa saja yang termasuk di dalamnya?
Earth tone adalah kelompok warna yang terinspirasi dari unsur alami seperti tanah, pasir, kayu, bebatuan, tanah liat, serta dedaunan.
Karena sumber inspirasinya luas, palet ini tidak hanya terdiri dari cokelat. Beige, krem, tan, taupe, olive, sage, terracotta hingga abu-abu batu juga dapat digunakan untuk menciptakan skema warna bernuansa bumi.
Karakter yang menyatukan warna-warna tersebut adalah tampilannya yang cenderung lembut, sedikit redup, atau bernuansa natural. Karena itu, beberapa warna yang sebenarnya cukup berbeda dapat tetap terasa serasi ketika ditempatkan dalam satu ruangan.
Dalam interior, Anda tidak perlu memakai seluruh warna tersebut sekaligus. Dua hingga empat warna yang memiliki hubungan visual biasanya sudah cukup untuk membangun palet yang terasa konsisten.
Macam-macam warna earth tone dan karakter yang dihadirkan
1. Beige dan krem untuk dasar yang ringan
Beige dan krem merupakan pilihan yang mudah digunakan pada area yang luas seperti dinding, sofa, gorden, atau karpet. Keduanya memiliki tampilan terang sehingga cocok jika Anda ingin mempertahankan kesan ruang yang ringan.
Anda dapat memasangkannya dengan furnitur kayu berwarna medium, dekorasi cokelat, atau aksen hijau. Untuk ruangan dengan cahaya alami terbatas, pilih beige yang tidak terlalu gelap agar keseluruhan komposisi tidak terasa berat.
2. Cokelat dan tan untuk menambah kehangatan
Cokelat merupakan salah satu warna yang paling mudah diasosiasikan dengan tanah dan kayu. Spektrumnya dapat bergerak dari tan yang relatif terang hingga cokelat tua yang memiliki karakter visual lebih kuat.
Gunakan cokelat melalui meja kayu, bingkai furnitur, keranjang, bantal, atau elemen dekoratif. Jika furnitur besar sudah menggunakan cokelat gelap, Anda dapat menyeimbangkannya dengan dinding krem atau beige.
3. Taupe untuk tampilan netral yang lebih dalam
Taupe berada di antara cokelat dan abu-abu sehingga cocok jika Anda menyukai interior netral tetapi tidak ingin ruangan didominasi oleh putih atau krem. Nuansa ini dapat digunakan pada tekstil, sofa, karpet, atau dinding aksen.
Padukan taupe dengan kayu terang untuk suasana yang lebih ringan atau dengan cokelat tua dan hitam dalam jumlah kecil jika Anda ingin memberikan definisi visual yang lebih kuat.
4. Olive dan sage untuk sentuhan hijau natural
Warna hijau juga dapat menjadi bagian dari palet bernuansa bumi, terutama olive dan sage. Olive memiliki karakter lebih dalam, sedangkan sage cenderung lebih lembut dan sedikit keabu-abuan.
Untuk kamar tidur atau ruang santai, Anda dapat menggunakan sage bersama beige dan putih hangat. Sementara itu, olive dapat digunakan sebagai aksen pada kursi, bantal, gorden, atau dekorasi agar ruangan terasa lebih berkarakter.
Baca juga: Penggunaan warna sage green untuk interior minimalis
5. Terracotta dan rust untuk aksen hangat
Terracotta mengambil inspirasi dari warna tanah liat dan biasanya memiliki perpaduan cokelat, merah, dan oranye. Warnanya cukup kuat sehingga tidak harus digunakan pada bidang yang besar.
Anda dapat menggunakannya pada satu kursi, bantal sofa, vas, karya dekoratif, atau pot tanaman. Padukan dengan krem, beige, kayu alami, atau olive untuk menjaga komposisi tetap seimbang.
6. Abu-abu batu untuk nuansa modern
Tidak semua warna bumi harus terasa hangat. Abu-abu batu dapat membawa sisi yang lebih tenang dan modern ke dalam palet.
Jika ruangan terlalu didominasi abu-abu, tambahkan material kayu, rotan, atau tekstil beige untuk mengurangi kesan dingin. Pendekatan ini cocok jika Anda menyukai interior modern namun tetap ingin mempertahankan koneksi visual dengan material alami.
Kombinasi warna earth tone yang mudah diterapkan
Anda dapat memulai dari satu warna dasar, satu warna pendamping, dan satu warna aksen. Sebagai referensi awal, prinsip proporsi 60–30–10 dapat membantu membayangkan pembagian warna.
Sekitar 60% digunakan untuk warna dominan, 30% untuk warna kedua, dan 10% untuk aksen. Angka tersebut bukan aturan wajib, jadi tetap sesuaikan dengan bentuk ruang dan furnitur yang sudah Anda miliki. Beberapa kombinasi yang dapat dicoba antara lain:
-
Beige + cokelat kayu + olive untuk nuansa natural
-
Krem + terracotta + cokelat muda untuk suasana hangat
-
Sage + beige + putih hangat untuk tampilan yang ringan
-
Taupe + cokelat tua + hitam sebagai aksen untuk karakter yang lebih tegas
-
Abu-abu batu + beige + kayu untuk interior modern bernuansa natural
Jika Anda baru mulai mengubah tampilan ruangan, gunakan warna yang lebih kuat melalui dekorasi kecil terlebih dahulu. Dengan begitu, komposisi dapat diubah tanpa harus mengganti furnitur utama.
Cara menggunakan earth tone sesuai kondisi ruangan
1. Untuk ruang tamu
Ruang tamu biasanya memiliki beberapa bidang besar sekaligus, mulai dari dinding, sofa, karpet, hingga gorden. Karena itu, tentukan satu elemen sebagai titik awal.
Jika sofa Anda berwarna beige, misalnya, tambahkan meja atau rak dengan tampilan kayu, kemudian gunakan olive atau terracotta sebagai aksen melalui bantal dan dekorasi.
Hindari membuat seluruh elemen memiliki warna cokelat dengan tingkat kecerahan yang sama karena ruangan dapat terlihat datar.
Tambahkan tekstur untuk menciptakan variasi tanpa harus menggunakan banyak warna. Rotan, kayu, tekstil bertekstur, dan keramik dapat memberi kedalaman pada skema warna yang relatif sederhana.
2. Untuk kamar tidur
Di kamar tidur, warna ringan seperti krem, beige, sage, atau taupe dapat digunakan pada bidang yang lebih luas. Warna yang lebih gelap dapat hadir melalui selimut, meja samping tempat tidur, bingkai, atau dekorasi.
Pertimbangkan juga pencahayaan. Warna beige yang terlihat terang pada siang hari dapat tampak lebih hangat pada malam hari ketika terkena cahaya lampu.
Karena itu, perhatikan bagaimana kombinasi warna terlihat pada beberapa kondisi cahaya sebelum menentukan komposisi utama.
3. Untuk dapur dan ruang makan
Terracotta, kayu, olive, serta krem dapat digunakan untuk menghadirkan suasana yang terasa ramah di area makan. Anda tidak harus mengubah kabinet untuk membawa palet tersebut ke ruangan.
Coba mulai dari perlengkapan makan, vas, kursi, kap lampu, atau tekstil meja. Pendekatan ini juga memudahkan Anda mengganti aksen saat ingin memperbarui tampilan ruangan.
4. Untuk ruangan kecil
Jika ruang memiliki luas terbatas, gunakan earth tone yang lebih terang sebagai warna dominan. Beige, krem, atau taupe muda dapat membantu mempertahankan tampilan yang ringan, terutama ketika tersedia cahaya alami.
Warna lebih dalam seperti olive, cokelat gelap, atau terracotta dapat digunakan pada bagian yang lebih kecil. Misalnya, pilih satu bantal, vas, kursi, atau bidang dekoratif sebagai titik fokus.
Baca juga: Cara memilih warna dan pola yang dapat membantu menciptakan kesan ruangan lebih terbuka
Padukan warna dengan material dan tekstur alami
Palet earth tone akan terasa lebih hidup ketika warna tidak berdiri sendiri. Material dapat membantu memperjelas karakter setiap nuansa.
Kayu cocok digunakan bersama beige, sage, olive, dan terracotta karena warna alaminya dapat berfungsi sebagai penghubung antarelemen. Rotan dapat menambah tekstur tanpa membawa warna baru yang terlalu dominan.
Keramik dengan permukaan matte juga dapat digunakan untuk menghadirkan cokelat, krem, atau abu-abu dalam bentuk dekorasi. Sementara itu, kaca berwarna cokelat muda dapat memberi aksen transparan yang terasa lebih ringan dibanding dekorasi dengan permukaan solid.
Untuk tekstil, Anda dapat memadukan permukaan halus dan bertekstur. Sofa krem, bantal bertekstur cokelat, serta karpet netral, misalnya, dapat menciptakan variasi visual meski jumlah warnanya terbatas.
Rekomendasi dekorasi IKEA untuk melengkapi palet earth tone
Padukan dekorasi dengan vas yang sesuai untuk memperkuat keselarasan warna dan gaya interior. Temukan beragam pilihan vas dan dekorasi IKEA dengan bentuk dan material yang dapat disesuaikan dengan palet warna ruangan Anda.
1. Keranjang BRANÄS untuk membawa tekstur rotan
Keranjang BRANÄS merupakan keranjang rotan yang dianyam dengan tangan dan memiliki bingkai kayu solid. Warna dan teksturnya dapat membantu menghadirkan elemen natural sekaligus menyediakan tempat penyimpanan untuk berbagai barang kecil.
Keranjang ini dapat digunakan bersama rak KALLAX atau ditempatkan sebagai bagian dari area penyimpanan terbuka. Untuk ruang dengan dominasi beige, krem, atau putih hangat, tekstur rotan dapat memberikan kontras yang tetap terasa ringan.
2. Vas KOPPARBJÖRK untuk aksen cokelat lembut
Jika Anda ingin membawa warna bumi melalui dekorasi kecil, vas KOPPARBJÖRK dapat menjadi salah satu pilihan. Vas ini memiliki warna cokelat muda dengan permukaan matte, sehingga mudah disandingkan dengan beige, taupe, kayu, maupun hijau.
Letakkan di meja konsol, meja makan, atau rak bersama beberapa elemen dengan ketinggian berbeda. Anda tidak harus selalu mengisinya dengan bunga karena bentuk dan permukaannya sudah dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif.
3. Vas PÅSKÖTRÄD untuk aksen cokelat transparan
Vas PÅSKÖTRÄD menggunakan kaca berwarna cokelat muda. Karena materialnya transparan, warna yang dibawa terasa lebih ringan daripada objek dekoratif cokelat yang solid.
Gunakan vas ini bersama ranting, bunga, atau sebagai objek dekoratif tersendiri. Kombinasinya cocok untuk palet beige, terracotta, krem, atau cokelat kayu.
Wujudkan interior bernuansa earth tone bersama IKEA
Membangun interior bernuansa bumi tidak berarti seluruh ruangan harus berubah menjadi cokelat. Mulailah dari satu atau dua warna dasar, lalu tambahkan variasi melalui furnitur, tekstil, pencahayaan, dan material alami.
Perhatikan pula kondisi ruang yang Anda miliki. Warna yang cocok untuk ruang keluarga dengan jendela besar belum tentu memberikan tampilan yang sama pada kamar kecil dengan cahaya terbatas. Karena itu, pertimbangkan ukuran ruang, cahaya, dan furnitur yang sudah tersedia sebelum menentukan warna dominan.
Jika Anda ingin merencanakan keseluruhan warna, furnitur, tata ruang, serta pencahayaan secara lebih menyeluruh, Anda juga dapat menggunakan layanan desain interior IKEA untuk mendiskusikan kebutuhan ruang bersama desainer.
Jelajahi inspirasi ruang serta pilihan furnitur dan dekorasi lainnya di IKEA.co.id untuk menemukan elemen yang sesuai dengan palet rumah Anda.
FAQ tentang warna earth tone
Earth tone adalah kelompok warna yang mendapat inspirasi dari elemen alam seperti tanah, pasir, kayu, batu, tanah liat, dan tumbuhan.
Beberapa contohnya adalah beige, krem, tan, cokelat, taupe, olive, sage, terracotta, rust, dan abu-abu batu.
Sage dapat digunakan sebagai bagian dari palet bernuansa bumi karena memiliki karakter hijau redup yang terinspirasi dari tumbuhan dan mudah dipadukan dengan warna natural lainnya.
Beige, krem, putih hangat, cokelat, olive, sage, terracotta, dan abu-abu dapat saling dikombinasikan. Pilih dua hingga empat warna agar komposisi tetap mudah dikontrol.
Ya. Gunakan warna yang lebih terang seperti beige, krem, atau taupe muda sebagai dasar, kemudian tambahkan warna gelap atau terracotta dalam jumlah lebih kecil sebagai aksen.