Mulai Mei 2026, warga Jakarta wajib memilah sampah rumah tangga menjadi empat kategori melalui Gerakan Pilah Sampah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan ini menjadi perubahan kebiasaan sehari-hari di rumah. 

Kini, sisa makanan, botol plastik, baterai bekas, hingga sampah residu perlu ditempatkan secara terpisah sejak sumbernya. Bagi banyak keluarga, tantangan terbesar justru ada pada cara menata area sampah agar tetap rapi, praktis, dan mudah digunakan setiap hari. 

Karena itu, artikel ini akan membahas cara sederhana untuk memulai kebiasaan memilah sampah di rumah, termasuk memilih solusi tempat sampah yang sesuai untuk kebutuhan rumah tangga modern.

“Perlu diketahui: Banyak warga Jakarta mendukung aturan pilah sampah baru, tetapi masih khawatir soal kesiapan fasilitas di lapangan. Menata sistem pilah sampah sendiri di rumah menggunakan HÅLLBAR dapat mendukung  kesiapan fasilitas dalam membuang sampah.”

Loading offers...

Loading offers...

Apa saja jenis sampah yang wajib dipilah warga Jakarta?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini mewajibkan pemilahan sampah rumah tangga menjadi empat kategori utama, yaitu organik, anorganik, B3( Bahan Berbahaya Beracun ) , dan residu. Aturan ini diterapkan melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 sebagai bagian dari Gerakan Pilah Sampah dari Sumber.

Setiap kategori memiliki cara penanganan berbeda. Karena itu, penting bagi keluarga untuk memahami jenis sampah sekaligus menyiapkan area pemilahan yang praktis di rumah agar kebiasaan baru ini lebih mudah dijalankan setiap hari.

1. Sampah organik

Sampah organik berasal dari bahan yang mudah terurai secara alami. Jenis sampah ini meliputi sisa makanan, kulit buah, ampas masakan, hingga daun kering. Dalam aturan Pemprov DKI Jakarta, sampah organik identik dengan wadah berwarna hijau untuk memudahkan proses identifikasi.

Area dapur sering menjadi titik utama pengumpulan sampah organik. Wadah tertutup membantu mengurangi bau sekaligus menjaga dapur tetap terasa nyaman digunakan sepanjang hari. 

Rumah dengan aktivitas memasak yang cukup padat juga dapat memanfaatkan tempat sampah dengan penutup sebagai sistem pemilahan organik yang lebih rapi. Desain modularnya memudahkan Anda menyesuaikan kapasitas sesuai kebutuhan keluarga.

2. Sampah anorganik dan daur ulang

Kategori anorganik mencakup sampah yang masih dapat didaur ulang, seperti kardus, botol plastik, kertas, kaca, dan logam. Sampah jenis ini nantinya dapat disalurkan ke bank sampah atau fasilitas daur ulang lainnya sehingga tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir.

Volume sampah anorganik biasanya lebih besar dibanding jenis lainnya, terutama dari kemasan belanja rumah tangga dan kardus pengiriman. Wadah berkapasitas besar memudahkan proses penyimpanan sementara sebelum sampah dibawa ke bank sampah.

Penggunaan tempat penyortiran dengan penutup dapat membantu area pemilahan tetap rapi karena desainnya mudah ditumpuk dan dipindahkan. Kebutuhan rumah tangga yang memerlukan solusi fleksibel juga dapat memanfaatkan kantong pemilah sampah untuk memisahkan plastik, kertas, dan kaca secara lebih praktis.

3. Sampah B3 yang perlu perhatian khusus

Sampah B3 atau bahan berbahaya dan beracun memerlukan penanganan khusus karena berisiko mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Jenis sampah ini meliputi baterai bekas, bohlam, limbah elektronik kecil, hingga kemasan bahan kimia rumah tangga.

Ukuran sampah B3 umumnya tidak terlalu besar, tetapi tidak boleh dicampur dengan sampah harian lain. Wadah kecil tertutup membantu mengurangi risiko tercecer sekaligus memudahkan proses pengumpulan sebelum dibawa ke fasilitas TPS B3. Penyimpanan khusus dapat menjadi solusi praktis untuk menyimpan baterai bekas atau limbah elektronik rumah tangga agar tetap terpisah dan lebih aman di rumah.

4. Sampah residu yang tidak bisa didaur ulang

Sampah residu adalah sampah yang sudah tidak dapat diolah kembali maupun dikomposkan. Contohnya meliputi popok sekali pakai, tisu bekas, puntung rokok, pembalut, dan permen karet. Sampah ini nantinya akan diproses lebih lanjut melalui fasilitas RDF Plant atau PLTSa.

Karakter sampah residu yang sering kotor membuat penggunaan tempat sampah higienis menjadi penting di rumah. Model dengan pedal membantu mengurangi kontak langsung saat membuang sampah sehari-hari.
 

Baca juga: Plastik Ramah Lingkungan IKEA. Pilihan Sehat untuk Bumi

Cara membuat area pilah sampah lebih rapi di rumah kecil

Keterbatasan ruang sering menjadi alasan banyak keluarga menunda sistem pilah sampah di rumah. Padahal, area pemilahan tetap bisa terasa rapi dan nyaman meski dapur atau area servis memiliki ukuran terbatas. Sistem sederhana juga membuat seluruh anggota keluarga lebih mudah mengikuti kebiasaan baru, berikut caranya.

1. Gunakan sistem vertikal di dapur

Area dapur kecil membutuhkan solusi yang hemat tempat. Penyusunan tempat sampah secara vertikal dapat membantu memanfaatkan ruang ke atas tanpa membuat jalur aktivitas terasa sempit.

Sistem modular kotak sampah membantu Anda menyusun beberapa kategori sampah dalam satu area yang lebih terorganisir. Tempat sampah dapat disusun di dalam kabinet dapur atau sudut servis sehingga area memasak tetap terlihat rapi.

Ukuran wadah yang berbeda juga memudahkan penyesuaian kebutuhan rumah tangga. Sampah organik dapat menggunakan kapasitas lebih besar, sementara kategori lain bisa ditempatkan pada wadah yang lebih ringkas agar ruang tetap efisien digunakan setiap hari.

2. Pisahkan area sampah harian dan sampah berkala

Penempatan berdasarkan frekuensi penggunaan membuat area pilah sampah terasa lebih praktis. Sampah organik dan residu sebaiknya berada di area yang mudah dijangkau karena dibuang setiap hari.

Sampah anorganik dan daur ulang dapat ditempatkan di area penyimpanan khusus, seperti sudut dapur, gudang kecil, atau area laundry. Penempatan ini membantu mengurangi kesan “penuh” di area utama rumah karena sampah biasanya baru dibawa ke bank sampah secara berkala.

Sampah B3 juga perlu dipisahkan dari area aktivitas harian keluarga. Wadah tertutup di rak penyimpanan membantu baterai bekas, bohlam, atau limbah elektronik kecil tetap aman sebelum dibawa ke fasilitas TPS B3.

3. Gunakan kode warna agar anggota keluarga mudah memahami

Pemprov DKI Jakarta menetapkan identitas warna untuk setiap kategori sampah agar proses pemilahan lebih mudah dipahami. Sampah organik menggunakan warna hijau, anorganik berwarna kuning, sampah B3 berwarna merah, dan residu menggunakan warna abu-abu.

Penerapan kode warna di rumah dapat membantu seluruh anggota keluarga membangun kebiasaan baru dengan lebih cepat. Cara sederhana seperti menggunakan label warna, stiker tulisan, atau tutup tempat sampah berbeda warna sudah cukup membantu proses identifikasi sehari-hari.

Anak-anak juga lebih mudah memahami sistem pemilahan ketika setiap kategori memiliki tanda visual yang jelas. Rumah terasa lebih teratur karena semua orang mengetahui tempat membuang sampah sesuai jenisnya tanpa perlu terus diingatkan.
 

Baca juga: 4 Cara membersihkan kamar mandi secara efektif dengan perabot dari IKEA

Rekomendasi tempat sampah IKEA untuk kebiasaan memilah sampah

Memulai kebiasaan memilah sampah akan terasa lebih praktis ketika setiap jenis sampah memiliki wadah yang sesuai. Desain tempat sampah yang tepat membantu area dapur dan ruang servis tetap rapi meski digunakan untuk beberapa kategori sampah sekaligus.

Anda juga dapat melihat berbagai koleksi tempat sampah IKEA untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari melalui halaman koleksi tempat sampah IKEA. Berikut beberapa pilihan tempat sampah yang bisa Anda pilih:

1. FARMARKVAST untuk sampah organik harian

FARMARKVAST Tempat sampah dengan tutup untuk limbah organik cocok digunakan untuk menampung sisa makanan, kulit buah, dan limbah dapur organik lainnya. Desain tertutup membantu mengurangi bau di area dapur, sementara ukurannya praktis untuk kebutuhan harian rumah tangga kecil hingga menengah.

2. HÅLLBAR untuk sistem pilah sampah modular

HÅLLBAR tempat sampah dengan penutup dirancang khusus untuk membantu proses pemilahan sampah di rumah. Seri ini dapat ditumpuk dan disusun secara modular sehingga cocok digunakan di dapur kecil atau area servis dengan ruang terbatas. Kapasitasnya juga tersedia dalam beberapa ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan sampah organik maupun anorganik.

3. SORTERA untuk sampah daur ulang berukuran besar

SORTERA tempat sampah dengan penutup ideal digunakan untuk menampung kardus, botol plastik, dan kemasan daur ulang lain yang volumenya cukup besar. Bentuknya mudah ditumpuk sehingga membantu area pemilahan tetap lebih hemat tempat.

4. DIMPA untuk memisahkan sampah berdasarkan kategori

DIMPA kantong pemilah sampah membantu memisahkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaca secara lebih praktis. Materialnya ringan sehingga mudah dipindahkan saat Anda ingin membawa sampah ke bank sampah atau titik daur ulang.

5. DAMMÄNG untuk limbah B3 rumah tangga

DAMMÄNG tempat sampah dengan penutup cocok digunakan untuk menyimpan baterai bekas, bohlam, atau limbah elektronik kecil. Ukurannya ringkas dan memiliki penutup sehingga isi di dalamnya tetap aman dan tidak tercampur dengan sampah harian lainnya.

6. KNÖCKLA untuk sampah residu yang lebih higienis

KNÖCKLA tempat sampah berpedal membantu proses membuang sampah residu menjadi lebih higienis karena dapat dibuka tanpa sentuhan tangan langsung. Cocok digunakan di dapur maupun area rumah yang memiliki aktivitas tinggi.

7. STENTRAPPA untuk area kecil seperti kamar mandi

STENTRAPPA tempat sampah berpedal memiliki ukuran yang lebih ringkas sehingga pas ditempatkan di kamar mandi atau sudut ruangan kecil. Sistem pedal membantu menjaga kebersihan area rumah sehari-hari.

8. KNODD untuk penyimpanan sampah sementara

KNODD tempat sampah dengan penutup cocok digunakan sebagai wadah penyimpanan sementara untuk sampah anorganik atau residu sebelum dibuang keluar rumah. Materialnya kokoh dan tersedia dalam kapasitas cukup besar untuk kebutuhan keluarga.

9. FNISS untuk kebutuhan sampah ringan sehari-hari

FNISS tempat sampah dapat digunakan sebagai tempat sampah tambahan di kamar tidur, ruang kerja, atau area belajar. Bobotnya ringan dan tersedia dalam beberapa pilihan warna sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan rumah.

Tata rumah agar kebiasaan pilah sampah lebih mudah dijalankan

Aturan pemilahan sampah di Jakarta bukan hanya soal kepatuhan terhadap kebijakan baru, tetapi juga perubahan kebiasaan sehari-hari di rumah. Sistem yang tertata membantu proses memilah sampah terasa lebih ringan karena setiap anggota keluarga mengetahui tempat dan cara membuang sampah sesuai kategorinya.

Penataan area sampah yang rapi juga membuat rumah tetap nyaman digunakan meski memiliki ruang terbatas. Wadah yang sesuai kebutuhan membantu mengurangi kesan berantakan di dapur, area servis, maupun sudut penyimpanan rumah.

Temukan berbagai solusi pemilah sampah dan tempat sampah di IKEA.co.id untuk membantu rumah tetap rapi dan lebih mudah beradaptasi dengan kebiasaan baru.

FAQ

Apakah warga Jakarta wajib memilah sampah dari rumah?

Ya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan warga memilah sampah rumah tangga menjadi empat kategori melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Kebijakan ini mulai diterapkan pada 10 Mei 2026.

Apa saja kategori sampah yang wajib dipilah?

Sampah wajib dipilah menjadi empat jenis, yaitu organik, anorganik, B3, dan residu. Sampah organik meliputi sisa makanan dan daun, anorganik mencakup plastik serta kardus, B3 terdiri dari baterai dan limbah elektronik, sedangkan residu adalah sampah yang tidak bisa didaur ulang lagi.

Kenapa sampah B3 harus dipisahkan dari sampah biasa?

Sampah B3 mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan jika tercampur dengan sampah rumah tangga lain. Jenis sampah ini perlu dikumpulkan secara khusus sebelum dibawa ke fasilitas TPS B3.

Bagaimana cara membuat area pilah sampah tetap rapi di rumah kecil?

Rumah kecil tetap dapat memiliki area pilah sampah yang nyaman dengan menggunakan sistem vertikal, tempat sampah modular, dan kode warna sesuai kategori sampah. Penempatan berdasarkan frekuensi penggunaan juga membantu area dapur terasa lebih efisien dan tidak penuh.

Apakah sampah anorganik bisa menghasilkan nilai ekonomi?

Ya. Sampah anorganik seperti kardus, botol plastik, kaca, dan logam dapat disalurkan ke bank sampah atau fasilitas daur ulang. Pemilahan dari rumah membantu material daur ulang tetap bersih sehingga lebih mudah diproses kembali.