Ada empat garis besar dalam memastikan apakah desain rumah sederhana cocok untuk hunian Anda. Pertama, pastikan tata ruangan dibuat berdasarkan ragam aktivitas harian yang ada. Kedua, sesuaikan furnitur dengan ukuran ruangan. Terakhir, pastikan storage atau penyimpanan mudah dijangkau penghuni rumah. Selengkapnya, ini rangkuman 7 cara dan tips menata rumah agar nyaman dan fungsional, tentunya, tanpa perlu renovasi besar.

Contoh ruangan multifungsi sebagai dapur, ruang makan, sekaligus ruang keluarga untuk rumah minimalis dua kamar

7 Cara menata rumah sederhana agar nyaman

Setelah mendapat desain inspirasi rumah yang Anda inginkan, ada 7 langkah sederhana untuk memastikan tata letak maupun segi visual rumah tetap nyaman dan fungsional. Beberapa diantaranya dari segi tata ruang hingga pemilihan furnitur dan dekorasi berdasarkan fungsi.

Pertama, pembagian area berdasarkan aktivitas harian penghuni rumah. Kedua, mengutamakan furnitur yang fungsinya mendukung kegiatan inti di dalam rumah; istirahat, memasak, menyimpan barang, serta bekerja.

1. Mulai dari rutinitas harian: pintu masuk, dapur, ruang keluarga, dan kamar tidur

Contoh penggunaan desain rumah sederhana dari layout apartemen 2 kamar

Caption: Dalam ukuran ruang terbatas, pembagian area mengikut jalur kegiatan penghuni rumah merupakan hal pertama yang disarankan. Nantinya, pembagian jalur ini akan menjadi panduan menentukan jumlah furnitur yang dibutuhkan agar tetap fungsional dan tetap memberikan kesan minimalis

Mewujudkan desain rumah sederhana dapat Anda wujudkan dengan menyortir kegiatan yang paling sering dilakukan oleh keluarga di rumah. Mulai dari aktivitas istirahat seperti tidur dan bersantai, makan dan memasak, menerima tamu, menyimpan barang, mandi, bekerja, atau bahkan belajar. Dari sini, Anda bisa melihat area mana yang paling sering dipakai dan kategori furnitur apa yang benar-benar membantu.

Mulai dengan pertanyaan ini:

  • Siapa saja yang tinggal di rumah?
  • Ruang mana yang paling sering dipakai setiap hari?
  • Apakah ruang tamu juga menjadi ruang keluarga?
  • Apakah dapur sering dipakai memasak?
  • Apakah perlu meja kerja atau meja belajar?
  • Barang apa yang paling sering berpindah tempat?
  • Apakah area masuk sering dipakai untuk menaruh sepatu, tas, helm, atau kunci?

Contohnya, kalau ruang tamu juga menjadi tempat duduk santai setiap hari, area ini bisa dirangkap sebagai ruang keluarga. Mulai dari sofa yang ukurannya pas, meja kecil, rak TV, dan storage tertutup untuk barang harian.

Kalau dapur sering dipakai memasak, mulai dari area yang paling sering disentuh: kabinet, rak bumbu, tempat alat masak, dan organizer. Kalau pintu masuk sering menjadi tempat menaruh sepatu atau tas, rak sepatu ramping atau gantungan kecil bisa membantu area ini terasa lebih siap dipakai.

Dari contoh kecil seperti ini, desain rumah terasa lebih mudah dimulai. Tidak semua ruang harus langsung lengkap. Yang penting, area yang paling sering dipakai punya fungsi yang jelas dan terasa membantu.

2. Tentukan fungsi setiap ruangan: berkumpul, makan, bekerja, istirahat, atau khusus menyimpan barang

Setelah tahu kegiatan hariannya, langkah berikutnya adalah memberi fungsi yang jelas pada setiap area. Satu ruangan tentu bisa memiliki lebih dari satu fungsi, selama penataan furnitur yang ada tetap memudahkan keluarga menggunakannya.

Berikut contoh penggabungan fungsi ruangan yang bisa Anda pertimbangkan:

  • Ruang tamu bisa menjadi ruang keluarga
  • Kamar kedua bisa menjadi kamar anak, ruang kerja, atau kamar tamu
  • Area makan bisa dekat dengan dapur
  • Area masuk bisa menjadi tempat sepatu, tas, dan barang kecil
  • Sudut kosong bisa menjadi tempat kerja kecil atau storage tambahan

Dengan cara ini, desain rumah tidak dimulai dari membeli banyak barang, tetapi dari memahami apa yang perlu dilakukan di setiap ruang. Ini membuat keputusan furnitur terasa lebih mudah dan tidak terburu-buru.

Contohnya, jika ruang keluarga juga dipakai untuk menerima tamu, Anda bisa memilih furnitur yang mendukung dua kegiatan sekaligus: sofa untuk duduk santai, meja kecil untuk minuman atau camilan, dan storage tertutup untuk menyimpan barang harian saat ada tamu datang.

Kalau kamar kedua belum punya fungsi tetap, tidak apa-apa. Ruang ini bisa dibuat fleksibel dulu dengan meja kecil, rak, atau tempat tidur yang tidak terlalu besar. Dengan begitu, ruang masih bisa berubah menjadi kamar anak, kamar tamu, ruang kerja, atau area belajar saat kebutuhan rumah berubah.

3. Ciptakan alur ruang pada ruangan: jalur untuk berjalan, celah untuk pintu terbuka, laci, dan pemakaian kursi

Setelah fungsi setiap area mulai jelas, cek dulu alur ruang atau jalur jalan di rumah. Alur ruang adalah arah gerak yang dilewati setiap hari dari satu titik ke titik lain, misalnya dari pintu masuk ke ruang keluarga, dari ruang keluarga ke area makan, dari dapur ke meja makan, atau dari kamar tidur ke kamar mandi.

Ceklis ini membantu Anda melihat apakah furnitur masih memberi ruang untuk bergerak, membuka pintu, menarik kursi, mengambil barang, dan memakai setiap area dengan nyaman. Jadi, sebelum menambah furnitur, bayangkan dulu jalur yang paling sering dilewati.

Mulai dari beberapa jalur utama ini:

  • Dari pintu masuk ke ruang keluarga: apakah jalan masih nyaman dilewati?
  • Dari dapur ke area makan: apakah makanan bisa dibawa tanpa terhalang meja atau kursi?
  • Di area makan: apakah kursi masih bisa ditarik dengan nyaman?
  • Di kamar tidur: apakah pintu lemari bisa dibuka tanpa menyentuh tempat tidur?
  • Di dapur: apakah masih ada ruang untuk bergerak saat memasak?
  • Di ruang kerja atau kamar tambahan: apakah meja, kursi, dan storage masih mudah dipakai?
  • Di area penyimpanan: apakah barang harian punya tempat dekat area pakainya?

Tidak semua area perlu furnitur baru. Kadang, ruang justru terasa lebih nyaman saat jalur jalan masih lega, barang harian punya tempat, dan aktivitas utama bisa dilakukan tanpa banyak menggeser benda.

Contohnya, sebelum memilih sofa, bayangkan jalur dari pintu masuk ke ruang keluarga. Sofa yang terlalu panjang mungkin terlihat nyaman, tetapi bisa membuat jalur lewat terasa sempit. Untuk area makan, cek apakah kursi masih bisa ditarik tanpa mengganggu dapur atau lemari di sekitarnya.

Di kamar tidur, posisi lemari juga perlu diperhatikan. Kalau pintunya sulit dibuka atau terlalu dekat dengan tempat tidur, ruang bisa terasa kurang praktis. Cek kecil seperti ini membantu Anda memilih furnitur yang bukan hanya enak dilihat, tetapi juga cocok dengan cara rumah dipakai setiap hari.

4. Prioritaskan pilih furnitur yang krusial dalam aktivitas harian: beristirahat, menyimpan, bekerja, dan memasak.

Project desain interior IKEA Indonesia untuk Cluster Tatar Punawangi - Bandung

Caption: Contoh penempatan furnitur-furnitur utama pada area multifungsi ruang keluarga sekaligus ruang makan

Furnitur utama sebaiknya dipilih berdasarkan aktivitas yang paling sering dilakukan, seperti sofa untuk duduk dan berkumpul, meja untuk makan atau bekerja, lemari untuk menyimpan pakaian, dan kabinet untuk alat masak atau bahan makanan.

Cara paling mudah: lihat lagi fungsi setiap area, lalu pilih furnitur yang mendukung fungsi itu tanpa mengganggu alur ruang. Misalnya, ruang keluarga butuh tempat duduk, tapi sofanya tetap perlu memberi ruang untuk lewat. Kamar tidur butuh lemari, tapi pintunya tetap harus bisa dibuka. Area makan butuh meja, tapi kursinya tetap harus bisa ditarik dan didorong saat akan digunakan.

Gunakan tabel ini sebagai panduan awal:

Area Furnitur utama Kenapa membantu Cek sebelum memilih
Area masuk Rak sepatu, gantungan, tray kecil Barang dari luar rumah punya tempat Pastikan pintu tetap mudah dibuka dan jalur masuk tidak tertutup
Ruang keluarga Sofa, meja kecil, rak TV, storage tertutup Untuk duduk, menerima tamu, dan menyimpan barang harian Pilih ukuran sofa yang tidak menutup jalan ke area lain
Dapur Kabinet, rak, organizer Alat masak dan bahan makanan lebih mudah dijangkau Pastikan masih ada ruang bergerak saat memasak
Area makan Meja dan kursi makan Makan harian terasa lebih mudah Cek apakah kursi masih bisa ditarik dengan nyaman
Kamar tidur Tempat tidur, lemari, lampu tidur Untuk istirahat dan menyimpan pakaian Sisakan ruang untuk berjalan dan membuka lemari
Ruang tambahan Meja kecil, rak, tempat tidur kecil Bisa disesuaikan untuk kerja, belajar, tamu, atau anak Pilih furnitur yang mudah dipindah jika fungsi ruang berubah
Kamar mandi Rak kecil, cermin, gantungan Perlengkapan mandi lebih mudah diatur Gunakan rak yang tidak membuat area basah terasa sempit

Contohnya, setelah Anda tahu jalur dari pintu masuk ke ruang keluarga perlu tetap lega, pilih sofa yang ukurannya cukup untuk duduk, tapi tidak menutup jalan. Meja kecil juga bisa dipilih yang ringan atau ramping agar mudah dipindah saat dibutuhkan.

Di kamar tidur, tempat tidur dan lemari biasanya menjadi prioritas karena langsung mendukung istirahat dan penyimpanan pakaian. Setelah itu, baru cek apakah masih perlu nakas, lampu tidur, atau storage tambahan. Kalau ruang sudah terasa cukup, tidak apa-apa berhenti dulu di furnitur utama.

Pilih ukuran dulu, baru model yang disuka

Ukuran furnitur sebaiknya dicek sebelum memilih model. Sofa yang terlihat nyaman, meja makan yang terlihat cantik, atau lemari yang besar bisa terasa kurang pas jika membuat jalur jalan sempit.

Cek sederhana sebelum membeli:

  • Apakah masih ada ruang untuk lewat?
  • Apakah pintu, laci, atau lemari bisa dibuka?
  • Apakah kursi bisa ditarik?
  • Apakah furnitur masih mudah dipakai bersama barang lain di sekitarnya?

Kalau jawabannya belum yakin, pilih ukuran yang lebih aman dulu. Furnitur yang sedikit lebih ringkas sering lebih mudah dipakai di rumah compact.

Pilih furnitur yang mudah dipadukan

Setelah ukurannya pas, baru lihat bentuk, warna, dan material. Furnitur dengan warna netral, bentuk sederhana, dan fungsi jelas biasanya lebih mudah dipadukan dengan ruangan lain.

Misalnya, sofa LANDSKRONA dengan kombinasi warna lembut dan kaki kayu membuat ruang tamu sederhana terasa lebih mudah diatur tanpa harus memakai terlalu banyak dekorasi. Untuk menjaga area tetap rapi, KULLEN bisa dipakai menyimpan barang kecil, sementara KALLAX membantu sudut ruang tetap hidup tanpa terasa penuh.

Posisikan barang dekat area aktivitas sehari-hari

Barang harian lebih mudah kembali ke tempatnya ketika disimpan dekat dengan area aktivitas. Contohnya, wadah/gantungan kunci di dekat pintu masuk, folder atau rak dokumen di dekat meja kerja atau rak buku, dan charger elektronik di dekat area duduk.

Penempatan-penempatan seperti ini yang nantinya memaksimalkan pengalaman penggunaan furnitur sehari-hari.

5. Buat tampilan interior terasa lebih minimalis

Proyek desain interior IKEA Indonesia untuk Arkasha Townhouse Tangerang

Caption: Contoh penggunaan kabinet dinding warna putih yang sudah memiliki warna seragam dengan dinding interior, serta beberapa furnitur utama dalam ruang yang sama. Selain fungsional dan menghemat tempat, secara tampilan kabinet ini juga juga dapat memberikan kesan rapi walau berdekatan dengan furnitur lain.

Tampilan interior minimalis adalah tampilan ruang yang terasa lebih tenang karena barang, warna, dan dekorasi tidak saling berebut perhatian. Meja dan rak lebih mudah dibersihkan, warna setiap furnitur masih dalam satu palette dan senada, serta area utama tetap nyaman dipakai tanpa perlu sering dibereskan dulu.

Untuk memiliki tampilan ini pada ruangan Anda, mulai dari area yang paling sering terlihat: meja kecil, rak TV, nakas, kabinet, sofa, dan tempat tidur. Area ini biasanya paling cepat membuat ruang terlihat ramai karena sering menampung barang kecil, kabel, remote, charger, dokumen, bantal, atau dekorasi. Anda juga bisa intip inspirasi desain interior rumah minimalis sebagai gambaran lebih detail.

Langkah awalnya sederhana. Pilih satu area yang terlihat paling penuh, rapikan barang kecilnya, lalu lihat apakah warnanya sudah menyatu dengan furnitur di sekitarnya. Setelah itu, baru cek apakah dekorasinya masih perlu dikurangi atau diberi jarak.

Beberapa titik yang bisa dicek lebih dulu:

  • Meja kecil, rak TV, nakas, atau kabinet: kalau sering penuh remote, kunci, charger, dokumen, atau gelas, simpan barang kecil di tray, laci, kotak, atau storage tertutup.
  • Area TV dan meja kerja: kalau kabel terlihat menggantung atau melintang, rapikan jalurnya agar area utama terlihat lebih bersih.
  • Sofa, tempat tidur, dan area duduk: kalau warna bantal, karpet, tirai, atau seprai terlalu berbeda, pilih warna yang masih senada dengan furnitur utama.
  • Sudut ruang atau dinding: kalau dekorasi terlalu banyak dalam satu titik, kurangi sebagian atau beri jarak agar ruang tetap ringan dilihat.
  • Furnitur utama: kalau sofa, meja, lemari, dan rak sama-sama terlihat menonjol, pilih satu elemen utama saja lalu buat elemen lain lebih sederhana.
  • Area yang sering dipakai: kalau meja makan, sofa, atau tempat tidur harus dibereskan dulu sebelum digunakan, berarti barang harian perlu tempat penyimpanan yang lebih dekat.

Dari cek sederhana ini, Anda bisa mulai dari bagian yang paling mudah dirapikan dulu.

Pertama, rapikan permukaan yang paling sering terlihat

Permukaan meja kecil, rak TV, nakas, dan kabinet biasanya paling cepat membuat interior terlihat penuh. Remote, kabel, charger, dokumen, kunci, atau gelas yang berpindah-pindah bisa membuat ruang terlihat belum selesai dirapikan.

Mulai dari satu permukaan dulu. Gunakan tray untuk barang yang sering diambil, organizer kecil seperti NOJIG untuk benda kecil, kotak bertutup seperti KUGGIS untuk barang yang ingin disembunyikan, atau storage tertutup untuk kabel, dokumen, dan perlengkapan harian.

Setelah barang kecil punya tempat, permukaan jadi lebih lega, mudah dibersihkan, dan siap dipakai. Dari sini, tampilan ruang biasanya langsung terasa lebih tenang sebelum Anda lanjut merapikan warna, furnitur, dan dekorasi.

Pilih warna tekstil dan aksesori yang masih senada

Warna tekstil dan aksesori membantu menentukan apakah ruang terlihat menyatu atau terlalu ramai. Mulai dari barang yang mudah diganti, seperti sarung bantal, karpet, tirai, seprai, kap lampu, atau kotak storage.

Pilih dua sampai tiga warna yang masih berada dalam satu palette, misalnya putih, krem, abu-abu muda, kayu terang, atau warna natural. Kalau warna dinding masih cocok dengan furnitur, Anda tidak perlu mengecat ulang. Cukup mulai dari detail kecil yang lebih mudah diatur.

Setelah warna kecil lebih selaras, furnitur utama akan lebih mudah terlihat sebagai satu kesatuan, bukan seperti kumpulan barang yang saling berdiri sendiri.

Gunakan model furnitur yang mudah menyatu dengan tema ruangan

Bentuk furnitur yang sederhana membantu ruang terlihat lebih ringan. Sofa, meja, lemari, rak, atau kabinet dengan garis yang bersih biasanya lebih mudah dipadukan, terutama di rumah compact.

Bukan berarti semua furnitur harus polos. Anda tetap bisa punya satu elemen yang lebih menonjol, seperti kursi dengan warna favorit atau kabinet bertekstur kayu. Namun, jika terlalu banyak furnitur sama-sama menarik perhatian, ruang bisa terasa lebih penuh.

Saat permukaan sudah rapi dan warna lebih senada, bentuk furnitur yang sederhana membantu menjaga tampilan ruang tetap tenang.

Beri jarak pada dekorasi kecil

Dekorasi tetap penting untuk membuat rumah terasa hangat dan personal. Tanaman kecil, lampu meja, bantal, karpet, atau hiasan dinding bisa dipilih secukupnya, lalu diberi jarak agar tidak terlihat menumpuk.

Contohnya, satu tanaman di dekat jendela, satu lampu kecil di sudut sofa, atau satu bingkai di dinding sudah bisa memberi karakter. Jika dekorasi diberi ruang, detail kecil ini lebih mudah terlihat dan tidak membuat ruang terasa penuh.

Dengan cara ini, tampilan minimalis tidak dimulai dari membeli banyak barang baru. Mulai dari permukaan yang lebih lega, warna yang lebih senada, furnitur yang lebih mudah menyatu, dan dekorasi yang punya tempat cukup.

6. Pastikan setiap sudut ruangan tetap bisa digunakan sesuai fungsinya

Setelah tampilan ruangan sudah sesuai dengan yang Anda inginkan, langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah furnitur dapat dipakai dengan maksimal. Salah satunya adalah menyediakan sisa jarak antar furnitur untuk keperluan penggunaan dan perawatan.

Sisa jarak ideal pada setiap jenis furnitur berbeda-beda. Contoh, sebuah pintu ruangan biasanya membutuhkan jarak sekitar satu ubin lantai untuk pergerakan pintu dibuka dan tutup (sesuaikan dengan lebar pintu). Sedangkan untuk furnitur yang memiliki laci atau pintu kabinet membutuhkan sisa jarak lebih besar, dikarenakan adanya kebutuhan ruang untuk laci dibuka dan tutup, serta jalur bergerak penghuni rumah untuk memindahkan/menyimpan barang ke dalam laci.

Setelah sudah mendapat sisa jarak yang pas untuk tiap furnitur dalam ruangan Anda, maka langkah terakhir adalah mengecek apakah ada stopkontak dekat furnitur. Selain menimbang faktor keamanan, adanya stopkontak tidak lepas dari kemungkinan adanya kabel elektronik yang melintang melewati furnitur (dalam maupun luar). Agar tampilan tetap rapi, aman, dan tidak menghambat fungsionalitas furnitur Anda, baiknya sisakan ruang kecil untuk kabel melintang saat soket listrik akan digunakan.

Tentunya hal ini juga berlaku jika furnitur berada di area luar rumah. Jika Anda butuh rekomendasi dan inspirasi penggunaan furnitur untuk eksterior rumah sederhana, silahkan baca panduan kami mengenai inspirasi eksterior untuk rumah sederhana.

Good to know: Desain ruang gratis IKEA Indonesia bisa menjadi referensi awal untuk melihat contoh ruang, pilihan furnitur, dan ide penataan untuk apartemen atau rumah sebelum mulai mengisi hunian.

7. Tambahkan karakter tanpa membuat ruang penuh: tanaman, bingkai, lampu, dan keranjang

Setelah storage, warna, dan cahaya terasa lebih rapi, rumah minimalis sederhana tetap bisa dibuat lebih personal. Memahami prinsip desain minimalis bukan berarti semua harus polos atau sama seperti katalog. Rumah tetap boleh punya benda-benda kecil yang terasa dekat dengan kebiasaan, kenangan, atau hal yang Anda sukai.

Sentuhan personal bisa datang dari banyak hal, misalnya warna bantal yang Anda suka, tanaman yang rutin dirawat, foto keluarga, buku yang sering dibaca, karpet untuk area duduk favorit, atau lampu hangat di sudut tempat Anda biasa beristirahat. Yang penting, detail ini punya tempat dan tidak membuat ruang jadi sulit dipakai.

Ide yang bisa dicoba:

  • Tanaman kecil di ruang keluarga atau dekat jendela
  • Bantal sofa dengan warna atau tekstur yang disukai
  • Karpet kecil untuk area duduk favorit
  • Lampu hangat di sudut santai
  • Foto, print, atau hiasan dinding sederhana
  • Buku, vas, atau benda kecil yang punya cerita
  • Keranjang untuk selimut, mainan, atau barang harian

Detail kecil yang membuat rumah terasa lebih personal

tanaman kecil FEJKA dari IKEA Indonesia

Tanaman kecil

FEJKA

Patokan
pilih tanaman kecil untuk meja, rak, atau dekat jendela
Cocok untuk
membuat ruang terasa lebih segar tanpa banyak dekorasi
Perhatikan
pilih pot yang tidak memenuhi meja atau mengganggu jalur jalan

Lihat tanaman FEJKA

Lampu meja TÄRNABY untuk sudut nakas atau kabinet

Lampu meja

TÄRNABY

Patokan
gunakan di nakas, meja kerja, atau meja samping sofa
Cocok untuk
memberi cahaya lembut di sudut santai atau area baca
Perhatikan
pilih ukuran yang pas agar meja tidak terasa penuh

Lihat lampu TÄRNABY

Pigura bingkai FISKBO dari IKEA Indonesia

Foto atau print sederhana

FISKBO

Patokan
pilih satu sampai dua foto atau print dengan warna yang selaras
Cocok untuk
memberi sentuhan kenangan, hobi, atau gaya yang disukai
Perhatikan
beri jarak agar dinding tetap terasa ringan

Lihat bingkai FISKBO

Pengatur penyimpanan NOJID untuk menyimpan barang kecil esensial sehari-hari

Keranjang dekoratif

NOJIG

Patokan
gunakan untuk selimut, mainan, majalah, atau kabel
Cocok untuk
menambah tekstur hangat sekaligus menyimpan barang kecil
Perhatikan
letakkan dekat area pakai, seperti sofa, rak, atau kamar tidur

Lihat organizer NOJIG

Rumah yang nyaman dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana

Setelah memiliki desain rumah sederhana yang akan Anda jadikan panduan, alangkah baiknya juga mencocokan beberapa hal dari segi fungsionalitas. Mulai dari rutinitas harian, memiliki pengaturan fungsi ruangan yang jelas, jalur gerak yang lega, pemilihan furnitur utama sesuai kebutuhan, serta memiliki penyimpanan/storage untuk segala perabot dan perlengkapan kecil-kecilan yang tak lepas dari setiap kegiatan harian.

Mulai dari ruang keluarga, pilih sofa yang ukurannya pas dengan ruangan hingga menyisakan jarak untuk digunakan. Meja kecil dalam ruangan juga baiknya yang mudah dipindah dan dirapikan. Serta pemilihan penyimpanan/storage tertutup untuk alat-alat harian: remote TV, perkabelan, dokumen-dokumen harian maupun pekerjaan, dan lain-lain.

Sedangkan untuk kenyamanan kamar tidur, baiknya dimulai dari menempatkan posisi tempat tidur dan lemari berjauhan. Atau, jika harus berdekatan, pastikan kedua furnitur ini tidak bentrok satu sama lain. Hal ini dikarenakan kedua furnitur memiliki sisa ruang untuk jalur bergerak penghuni dan sisa jarak untuk pergerakan pintu lemari saat dibuka.

Tidak lupa, hasil akhir dari rumah Anda tidak harus terasa sempurna. Yang penting, rumah terasa nyaman, berfungsi dengan maksimal, dan sesuai dengan cara Anda menjalani hari kedepannya.

Hasilnya tidak harus terasa sempurna. Yang penting, rumah terasa sederhana, hangat, dan sesuai dengan cara Anda menjalani hari.

Frequently asked questions tentang desain rumah sederhana

Pada dasarnya, apapun inspirasi desain rumah sederhana yang Anda pilih, cara menata rumah agar nyaman dan fungsional tetap sama; memastikan setiap furnitur dapat digunakan tanpa bentrok satu sama lain, memiliki tata letak dan jalur bergerak untuk mobilitas penghuni rumah, serta menimbang ketersediaan penyimpanan/storage agar ruangan mudah dirawat dan dirapikan.
Langkah pertama adalah memahami aktivitas yang paling sering dilakukan di rumah dan menentukan area yang paling membutuhkannya. Setelah itu, tentukan fungsi setiap ruang dan pilih furnitur yang mendukung aktivitas tersebut.
Bagi ruang berdasarkan fungsi, pertahankan jalur berjalan tetap lega, dan pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan. Ruang juga dapat digunakan untuk lebih dari satu fungsi selama penataan furnitur tidak mengganggu aktivitas utama.
Pilih furnitur berdasarkan fungsi, ukuran ruangan, dan aktivitas yang paling sering dilakukan. Sofa, meja, lemari, kabinet, rak, dan storage dapat dipilih sesuai kebutuhan setiap area dengan memastikan furnitur tidak mengganggu jalur berjalan atau penggunaan furnitur lain.
Mulailah dengan memaksimalkan furnitur yang sudah ada, menentukan fungsi setiap ruang, merapikan barang, dan menyediakan tempat penyimpanan untuk barang yang sering digunakan. Tambahkan furnitur hanya jika ada kebutuhan yang belum terpenuhi.

Mulai dari layout, lalu pilih furnitur yang pas

Ingin lebih banyak ide untuk rumah Anda?