Musim hujan bikin jemuran susah kering karena kelembapan udara meningkat dan sinar matahari lebih terbatas. Akibatnya, pakaian yang terlalu lama lembap berisiko menimbulkan bau apek, terutama jika cucian ditumpuk atau dijemur terlalu rapat.

Pada dasarnya, cara mengeringkan baju dengan cepat adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin sisa air setelah mencuci baju, lalu memperlancar sirkulasi udara di antara pakaian. Bantuan mesin cuci, handuk kering, kipas angin hingga jemuran yang tepat juga bisa membantu mempercepat proses pengeringan.

Perlu diketahui

Setiap jenis kain membutuhkan metode pengeringan yang berbeda. Sebelum memeras baju, menggunakan mesin pengering, hair dryer, atau panas dari setrika, selalu periksa label perawatan pakaian. Untuk sebagian besar pakaian, langkah paling aman adalah mengurangi kadar air terlebih dahulu dan memastikan udara dapat mengalir dengan baik di sekeliling kain.

Mengapa baju susah kering dan bisa bau apek?

Proses pengeringan pakaian terjadi ketika air di baju menguap ke udara. Semakin rendah kelembapan dan semakin baik sirkulasi udara, biasanya pakaian dapat kering lebih cepat.

Sebaliknya, udara yang lembap, minim sinar matahari, serat kain yang tebal, serta pakaian yang dijemur terlalu berdekatan dapat memperlambat penguapan air.

Jika pakaian tetap lembap terlalu lama, kondisi tersebut juga dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang berkontribusi pada munculnya bau tak sedap.

Karena itu, saat hujan bikin jemuran susah kering, fokuskan proses pengeringan pada dua hal: kurangi air sebanyak mungkin dan maksimalkan aliran udara.

10 cara mengeringkan baju dengan cepat

cara mengeringkan baju dengan cepat

Berikut beberapa trik praktis yang dapat membantu mempercepat pengeringan baju, baik saat dijemur di luar maupun ketika harus mengeringkan baju di dalam ruangan.

1. Gunakan fitur spin atau pengering pada mesin cuci

Salah satu cara mengeringkan baju dengan cepat adalah memanfaatkan fitur spin pada mesin cuci.

Spin bekerja dengan memutar pakaian pada kecepatan tinggi untuk mengurangi kadar air sebelum pakaian dijemur. Semakin sedikit sisa air yang tertinggal pada serat kain, semakin singkat waktu yang diperlukan agar baju cepat kering.

Namun, mengeringkan baju di mesin cuci dengan fitur spin tidak selalu berarti pakaian akan langsung benar-benar kering. Setelah siklus selesai, pakaian biasanya tetap perlu dijemur atau dipindahkan ke mesin pengering jika label perawatannya mengizinkan.

2. Kurangi sisa air sebelum menjemur

Jika pakaian masih menyimpan banyak air setelah dicuci, proses pengeringan tentu akan membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk jenis bahan yang memungkinkan, peras pakaian secara perlahan untuk mengurangi sisa air. Hindari memeras atau memelintir terlalu kuat karena tindakan tersebut dapat merusak bentuk dan serat kain tertentu.

Pastikan baju diperlakukan sesuai jenis bahan dan petunjuk pada label perawatan.

3. Gunakan handuk kering untuk menyerap air

Handuk kering dapat membantu mengeringkan pakaian dengan cepat, terutama untuk pakaian yang tidak ideal diperas terlalu kuat.

Letakkan pakaian di atas handuk yang bersih dan kering. Setelah itu, gulung handuk bersama pakaian lalu tekan secara perlahan agar handuk menyerap sisa air.

Buka kembali gulungan sebelum pakaian dijemur. Cara ini dapat membantu mempercepat proses pengeringan tanpa perlu memelintir pakaian.

Jika pakaian masih sangat basah, Anda bisa mengganti dengan handuk kering untuk membantu menyerap air lebih banyak.

4. Kibaskan pakaian dan buka bagian yang terlipat

Sebelum menjemur pakaian, kibaskan baju agar kain tidak saling menempel.

Buka lengan, saku, bagian kerah, dan lipatan kain agar udara dapat menjangkau permukaan pakaian dengan lebih merata.

Langkah sederhana ini membantu meningkatkan penguapan air dan membuat bagian yang biasanya susah kering menjadi lebih terbuka.

5. Beri jarak antar pakaian di jemuran

Menempatkan terlalu banyak pakaian dalam satu jemuran justru dapat memperlambat pengeringan.

Berikan jarak yang cukup agar udara di antara pakaian dapat bergerak dengan bebas. Jangan menumpuk dua pakaian basah dalam satu gantungan jika tidak diperlukan.

Anda dapat menggunakan jemuran JÄLL untuk dalam dan luar ruang untuk menata cucian agar lebih terbuka ketika dijemur.

Untuk kebutuhan cucian yang lebih banyak, jemuran MULIG juga dapat digunakan untuk membantu memberikan ruang antarpakaian.

Baca juga: Model jemuran baju minimalis untuk berbagai tipe hunian

6. Gunakan gantungan baju sesuai jenis pakaian

Gantungan dapat membantu menjaga baju tetap terbuka sehingga lebih banyak permukaan kain terkena udara.

Kemeja, kaus, dan pakaian ringan misalnya dapat digantung menggunakan gantungan pakaian IKEA.

Untuk pakaian berukuran kecil seperti kaus kaki atau pakaian dalam, jemuran gantung PRESSA dapat membantu menata banyak cucian tanpa memenuhi jemuran utama.

Gunakan gantungan secukupnya dan tetap beri ruang agar udara dapat mengalir.

7. Pilih tempat dengan sirkulasi udara yang baik

Sinar matahari langsung memang dapat membantu proses pengeringan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang membuat pakaian cepat kering.

Ketika cuaca mendung atau musim hujan, letakkan pakaian pada tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, misalnya dekat jendela terbuka atau balkon beratap yang terlindung dari hujan.

Hindari menjemur pakaian basah di ruang tertutup tanpa aliran udara karena kelembapan dapat bertahan lebih lama.

8. Gunakan kipas angin saat menjemur di dalam ruangan

Kipas angin dapat membantu mempercepat pengeringan pakaian dengan menjaga udara terus bergerak.

Posisikan kipas pada jarak yang aman sehingga aliran udara melewati pakaian secara merata. Tidak perlu meletakkan kipas terlalu dekat.

Cara ini sangat berguna ketika harus menjemur pakaian saat musim hujan atau di hunian yang minim sinar matahari.

Agar hasilnya lebih maksimal, kombinasikan kipas dengan jarak antarpakaian yang cukup dan ventilasi ruangan yang baik.

9. Gunakan mesin pengering jika tersedia

Mesin pengering dapat menjadi pilihan praktis dan efisien ketika cuaca tidak mendukung proses menjemur.

Sebelum menggunakan alat pengering, pastikan bahan pakaian memang aman untuk dikeringkan menggunakan mesin. Pilih suhu dan program yang sesuai dengan jenis kain.

Menggunakan panas berlebihan tidak selalu membuat hasil lebih baik. Beberapa bahan pakaian dapat menyusut atau rusak jika terkena suhu terlalu tinggi.

10. Gunakan hair dryer hanya untuk bagian kecil yang masih lembap

Hair dryer sebenarnya dirancang untuk mengeringkan rambut, bukan sebagai alat utama pengering pakaian. Namun, alat ini dapat digunakan sebagai solusi sementara jika hanya ada area kecil pada pakaian yang masih lembap.

Gunakan suhu sedang atau rendah, jaga jarak antara hair dryer dan serat kain, lalu gerakkan aliran udara secara terus-menerus. Jangan mengarahkan panas tinggi pada satu titik dalam waktu lama.

Untuk pakaian yang masih basah secara keseluruhan, jemuran, kipas angin, atau mesin pengering tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.

Cara menghindari bau apek saat mengeringkan pakaian

Cara menghindari bau apek saat mengeringkan pakaian

Baju yang kering dan bau kurang sedap biasanya terjadi karena pakaian terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

Setelah proses mencuci selesai, segera keluarkan pakaian dari mesin cuci. Jangan membiarkan cucian basah menumpuk berjam-jam sebelum dijemur.

Saat menjemur, berikan jarak yang cukup agar udara dapat bergerak di antara pakaian. Gunakan kipas atau buka ventilasi jika pakaian harus dikeringkan di dalam ruangan.

Pastikan baju benar-benar kering sebelum dilipat atau disimpan di lemari. Bagian seperti kerah, saku, ketiak, pinggang, dan ujung lengan terkadang masih menyimpan kelembapan meskipun bagian luar sudah terasa kering.

Penggunaan deterjen juga sebaiknya mengikuti takaran yang dianjurkan. Pemakaian berlebihan dapat meninggalkan residu pada pakaian dan membuat kain lebih sulit terasa segar setelah dicuci.

Dengan proses pengeringan yang tepat, pakaian dapat lebih cepat kering sekaligus bebas apek.

Loading offers...

Loading offers...

Kesalahan yang membuat pakaian semakin lama kering

Ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru menghambat pengeringan baju.

Menumpuk pakaian basah terlalu lama. Segera jemur setelah proses mencuci selesai agar pakaian tidak terus berada dalam kondisi lembap.

Menjemur pakaian terlalu rapat. Tanpa ruang yang cukup, udara sulit melewati kain sehingga penguapan air berjalan lebih lambat.

Tidak mengurangi sisa air terlebih dahulu. Gunakan spin mesin cuci atau tekan dengan handuk kering jika pakaian masih terlalu basah.

Melipat pakaian sebelum benar-benar kering. Pastikan bagian dalam kain juga kering untuk membantu menghindari bau apek dan jamur.

Mengandalkan panas tinggi. Panas dari setrika bukan metode utama untuk mengeringkan pakaian basah. Jika Anda perlu merapikan bagian yang sedikit lembap dan label pakaian mengizinkan, lapisi pakaian dengan kain pelindung dan gunakan suhu yang sesuai.

Buat proses menjemur lebih praktis dengan perlengkapan laundry yang tepat

Jemuran yang sesuai dapat membantu menata pakaian dengan jarak lebih baik sehingga aliran udara lebih optimal.

Jelajahi pilihan laundry dan aksesori laundry IKEA, mulai dari jemuran lipat hingga solusi gantung untuk membantu proses mencuci, menjemur, dan mengatur pakaian menjadi lebih praktis dan mudah.

Untuk pakaian berukuran kecil, pengering gantung SLIBB dapat membantu memanfaatkan ruang sekaligus menjaga jarak antaritem.

Baca juga: Perlengkapan laundry untuk desain tempat cuci baju outdoor

Baca juga: 10 tips menata ruang laundry agar lebih menarik

FAQ seputar cara mengeringkan baju dengan cepat

Kurangi sisa air menggunakan spin mesin cuci, lalu jemur pakaian dengan jarak yang cukup di area bersirkulasi udara baik. Jika pakaian harus dijemur di dalam ruangan, kipas angin dapat membantu mempercepat penguapan air.

Gunakan fitur spin atau pengering sesuai tipe mesin cuci. Spin membantu mengurangi kadar air pada pakaian, tetapi umumnya tidak membuat pakaian benar-benar kering sehingga pakaian tetap perlu dijemur atau dimasukkan ke mesin pengering.

Tidak selalu. Fitur spin terutama berfungsi membuang sebanyak mungkin air dari pakaian. Hasil akhirnya bergantung pada jenis mesin, kecepatan putaran, bahan pakaian, dan kadar air awal.

Gunakan area dengan ventilasi yang baik, beri jarak antarpakaian, dan manfaatkan kipas angin untuk meningkatkan sirkulasi udara. Jemuran yang terbuka juga membantu udara mencapai lebih banyak permukaan kain.

Segera jemur setelah dicuci, jangan menumpuk pakaian basah, beri ruang antarpakaian, dan pastikan semuanya benar-benar kering sebelum disimpan. Sirkulasi udara yang baik juga membantu menghindari bau apek selama proses pengeringan.