Produk Pembanding

Anda memiliki dari 8 produk yang dapat dibandingkan.

Produk Pembanding

Anda memiliki dari 8 produk yang dapat dibandingkan.


Bandingkan sekarang

Laporan Cerita di Rumah: 6 pakar, 2 hari, 1 tempat tinggal

Di Balik Empat Dinding

Di dalam sebuah rumah cluster di London Selatan, sebuah pertemuan para ahli dari seluruh dunia terjadi. Setelah merilis laporan tahunan tentang Kehidupan di Rumah, IKEA Open House membuka pintu untuk pertama kalinya kepada sekelompok 'Pakar Penduduk' untuk mengeksplorasi makna rumah dalam sebuah  lokakarya yang berlangsung selama dua hari. Masing-masing dari mereka saling berbagi pandangan dan pengalaman uniknya.

'Acara Open House ini adalah tentang kolaborasi. IKEA tidak
memiliki semua jawabannya - dua hari lokakarya ini adalah
untuk berpikir ulang tentang hal-hal yang kami pikir kami
telah mengetahuinya dan membangun pemikiran-pemikiran
baru bersama.'

Katie McCrory, fasilitator Open House dan IKEA spesialis
komunikasi

DJ, jurnalis musik rock dan guru zero-impact

Temui Paola Maugeri (dalam foto sedang merayakan ulang tahun-nya yang ke 50 tahun di acara IKEA Milan). 'Di era digital seperti sekarang ini, orang-orang membutuhkan hubungan analog. Saya pernah mewawancarai berbagai bintang musik rock, dan mereka berbicara tentang kemanusiaan dan planet kita. Saya ingin mengubah pemikiran dan tingkat empati saya. Terinspirasi dengan semua hal itu, saya menjalani satu tahun zero-impact dengan keluarga saya - tanpa listrik, tanpa lampu, tanpa lemari es.' 

Pekerja lepas dan juru kampanye milenial

Untuk Carl Anka, lingkup digitalnya adalah ruang yang paling dia rasakan di rumah. 'Saya menggunakan istilah "Kefanaan",' ujarnya. 'Sebagai seorang berumur 27 tahun yang hidup di London, saya berjuang untuk menemukan keabadian. Saya tak akan mampu untuk memiliki rumah sendiri dan tak pernah memiliki area kerja yang tetap untuk waktu lebih dari enam bulan. WhatsApp saya adalah area ruang keluarga - itu adalah landasan yang permanen untuk saya.'

'Kami berhenti pergi ke gereja, jadi kami menggantinya dengan arena sepak bola. Tapi sekarang sepak bola menjadi sangat mahal, bagaimana cara kita menemukan ruang yang terasa seperti di rumah tetapi di luar dari tempat tinggal kita?'

Carl Anka

Desainer interior dan blogger rumahan

Tempat tinggal Hannah Trickett memiliki makna personal yang lebih dalam dari kebanyakan rumah pada umumnya: 'Saya mulai menulis tentang desain interior ketika saya berada di rumah, setelah melewati delapan operasi otak, karena itu menjadi kehidupan saya,' ujarnya. 'Fokus saya adalah konsumerisme yang bijaksana - kita melihat diri kita mencari makna, koneksi dan keaslian pada benda-benda yang ada di sekitar kita.'

Pengamat kecenderungan sosial untuk Cina dan Jepang

'Di awal tahun 80-an, transformasi besar terjadi,' ujar Manya Koetse, yang mengawasi perkembangan masyarakat Cina yang sangat pesat. 'Desa-desa nelayan yang dulu kurang aktif, sekarang berubah menjadi pusat-pusat ekonomi. Penduduk kota sementara sekarang tinggal di bawah tanah tetapi apakah tempat penampungan layak untuk dijadikan tempat tinggal? Karena rasa yang 'tidak nyaman' ini, orang-orang akhirnya mencari hubungan kekerabatan di ruang publik.'

'250 juta "Floating population" di Cina mengklaim ruang
publik menjadi ruang pribadi mereka, contohnya toko IKEA,
restoran dan di jalanan. Bagi mereka, tempat tinggal menjadi
sangat jauh dari kriteria rumah.'

Manya Koetse

Pembuat konten pengasuhan dan pendiri CityKin

Di belahan dunia yang lain, Patrice Poltzer merefleksikan kehidupan di kota: 'Terjadi ketegangan di berbagai tempat. Banyak keluarga yang sebelumnya tinggal di pinggir kota kini pindah untuk tinggal di rumah dengan luas hanya beberapa meter persegi saja di kota New York,' ujarnya. 'Saya suka mengantar anak-anak saya ke sekolah dan mereka bisa sekalian belajar tentang kultur yang berbeda. Kita tak akan bisa menjadi masyarakat global apabila kita terkurung di balik empat dinding.'

Mantan pengelola kamp pengungsian yang berjiwa kemanusiaan

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Kilian Kleinschmidt, tidak semua migrasi adalah 'migrasi yang bahagia.'  'Saya bekerja dengan para pengungsi dan para migran yang mengungsi dari tempat tinggal mereka karena perang dan bencana,' katanya. 'Menyatakan bahwa apa yang mereka inginkan salah - di kamp pemukiman, martabat mereka diperoleh kembali melalui pilihan yang mereka ambil. Saya telah melihat toko-toko dekorasi rumah didirikan, bahkan barang-barang bantuan dijual sebagai ganti dari benda-benda untuk membangun kembali identitas mereka.'

'Perasaan tentang rumah yang sesungguhnya adalah
kemampuan untuk membuat berbagai macam pilihan. Di
sebuah kamp yang berisi 100.000 pengungsi di Yordania, kami
memasangkan tenda-tenda berjajar, tapi para pengungsi itu
merusaknya dan mereka membuat lagi sendiri tenda
tendanya.'

Kilian  Kleinschmidt